Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Agus dianiaya saat MOS SMK Pelayaran, orangtua akan polisikan pelaku

Agus dianiaya saat MOS SMK Pelayaran, orangtua akan polisikan pelaku Agus Riyanto. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Kepala Sekolah SMK Pelayaran Pancasila, Kartasura, Sukoharjo, Agus Nadi tak menampik terjadinya penganiayaan terhadap siswa baru, saat acara MOS (Masa Orientasi Siswa), Pendidikan Dasar Ketarunaan, pada Senin (10/8) kemarin. Namun dia berdalih pendidikan dasar ketarunaan tersebut dilakukan siswa senior untuk melatih kedisiplinan siswa.

"Pendidikan dasar ketarunaan ini kita lakukan agar siswa berlatih kedisiplinan. Namun kalau terbukti ada penganiayaan, kami akan berikan sanksi tegas," ujar Agus Nadi kepada wartawan, Selasa (11/8).

Agus Nadi mengaku pihaknya kecolongan. Selama ini pihaknya telah melarang para siswa menggunakan kekerasan. Ia menambahkan, siswa calon taruna muda yang mengikuti Mos dan Diksartar, ada 127 siswa. Terdiri dari 121 siswa, dan 6 siswi.

"Para siswa baru ini sebenarnya mendapatkan latihan fisik. Yakni baris berbaris, lari dan kepemimpinan seperti layaknya militer. Kami menduga aksi kekerasan terjadi saat tengah istirahat, sehingga tidak ada pantauan dari guru atau pembimbing. Kami akan segera mengundang kedua belah pihak," tandasnya.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo, Bambang Sutrisno tak banyak memberikan komentar. Dia mengaku belum menerima kabar terjadinya penganiayaan siswa saat MOS tersebut. Kendati demikian ia berjanji akan memberikan sanksi tegas jika benar terjadi penganiayaan.

"Belum ada laporan ke kami. Kalau benar pasti akan ada sanksi tegas," pungkasnya.

Sutarmin, ayah kandung Agus Riyanto menambahkan pihaknya berencana melaporkan pelaku pemukulan ke polisi. Istri Sutarmin, Sumiyati (46) menceritakan, dia sempat menangis saat menceritakan Agus yang ketakutan menjelang acara MOS berlangsung.

"Sebelum MOS anak saya sempat bilang, 'kalau aku mati gimana bu?'. Kemudian ayahnya mencoba menyemangatinya agar berani. Tidak tahunya kok malah kejadiannya begini," ucapnya.

Sumiyati menceritakan saat MOS, Agus disuruh bergulingan, kemudian dipukul di bagian perut hingga pingsan. Usai peristiwa tersebut, suaminya diberitahu kalau Agus masuk rumah sakit. Ia mengaku sempat pingsan saat melihat kondisi Agus yang tidak sadarkan diri di rumah sakit.

Sementara itu, Kapolsek Kartasura, AKP Anggono menegaskan, pihaknya sudah membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku telah mendapatkan laporan lisan dari keluarga Agus Riyanto.

"Sudah ada laporan lisan dari orang tua korban. Intern SMK Pelayaran Pancasila juga sudah kami mintai konfirmasi," kata Anggono.

Anggono mengaku pihaknya siap menjadi penengah untuk kedua belah pihak. Pihaknya juga menunggu keluarga Agus Riyanto yang akan melaporkan secara resmi kejadian tersebut ke Polsek Kartasura.

"Kami menunggu laporan resmi keluarga korban. Kami juga sudah melihat kondisi siswa tersebut di RS. Kami akan melihat perkembangannya," jelasnya.

Sutarmin orangtua korban mengatakan pihak keluarga tidak rela dengan aksi kekerasan yang terjadi di sekolah. Dia meyakini, anaknya dihajar senior saat mengikuti MOS pada 27-29 Juli di dalam sekolah dan Kependidikan Dasar Ketarunaan (Diksartar) pada 10-12 Agustus di Lapangan Gunung Kunci RT 5 Dukuh Manggisan, Kecamatan Kartasura.

"Anak saya dipukul di bagian kepala dan perut, serta ditendang. Kepalanya memar, perut memerah dan muntah-muntah, bahkan kencing darah. Saat ini belum bisa bicara," katanya kesal.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP