Sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan ke rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5) malam pada pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, Yogyakarta.Pada saat diserang, rumah direktur Galang Press tersebut sedang ada pembacaan doa rosario oleh 6 orang ibu-ibu. Lalu tiba-tiba 8 orang berpakaian gamis datang dan memporak porandakan rumah tersebut. Selain melakukan pengrusakan rumah, para pelaku juga menganiaya Michael Aryawan wartawan Kompas TV yang sedang meliput kejadian tersebut.Hingga saat ini baru satu pelaku yang berhasil diringkus oleh Polda DIY. Motif dari penyerangan rumah direktur tersebut pun masih gelap.Berikut 5 cerita penyerangan di rumah Direktur Galang Press.
Advertisement
Diserang sekumpulan orang berpakaian gamis saat berdoa
Sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan di rumah direktur Galang Press, Julius Felicius, Kamis (29/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB di Ngalik, Sleman, yogyakarta. Awalnya, rumah Julius sedang mengadakan acara doa rosario oleh 6 orang ibu-ibu, tiba-tiba 8 orang berpakaian gamis datang dan mengobrak-abrik motor yang terparkir di rumah Julius dengan beringas. Julius yang sedang berada di kantor pun mendengar rumahnya diserang langsung pulang ke rumah. "Saat itu saya sedang ada di kantor dan langsung pulang ke rumah," ujar Julius.Setiba di rumahnya, Julius pun langsung di keroyok oleh 8 orang tersebut dan dipukul menggunakan besi panjang di bagian bahunya. Akibatnya, Julius menderita luka di bagian bahu hingga berdarah.
Advertisement
Seorang wartawan tv ikut diserang saat meliput kejadian
Michael Aryawan, wartawan Kompas TV yang mendengar adanya penyerangan di rumah Julius Felicius langsung mendatangi TKP. Michael menuturkan pada saat kejadian, dia dikeroyok lima orang pelaku saat hendak meliput kejadian tersebut. "Saya datang untuk meliput, tiba-tiba saya didatangi 5 orang dan langsung dikeroyok," kata Michael.Menurut Pemimpin Redaksi Kompas TV Yogi Arief Nugraha, sebelum penyerangan terjadi, Michael sudah menunjukkan identitas dirinya sebagai seorang jurnalis. "Dia mendengar tadi malam ada informasi penyerangan, kemudian melakukan liputan, tiba-tiba ada yang menyerang. Jadi sudah mengaku wartawan masih diserang," ujar Yogi.
Advertisement
Pelaku merampas handycam wartawan yang merekam kejadian
Selain melakukan pengeroyokan terhadap Michael Aryawan, pelaku penyerangan rumah direktur Galang Press tersebut juga merampas handycam milik wartawan Kompas TV itu. Michael menuturkan pada saat kejadian, dia dikeroyok lima orang pelaku. Sementara Michael dikeroyok dan dipukuli, salah seorang dari mereka merampas handycam miliknya."Ada lima orang yang keroyok saya, yang satunya ngambil kamera," jelas Michael.Menurut Pemimpin Redaksi Kompas TV Yogi Arief Nugraha, sebelum penyerangan terjadi, Michael sudah menunjukkan identitas dirinya sebagai seorang jurnalis."Dia mendengar tadi malam ada informasi penyerangan, kemudian melakukan liputan, tiba-tiba ada yang menyerang. Jadi sudah mengaku wartawan masih diserang, kameranya dirampas," ujar Yogi
Advertisement
Belum diketahui motif dari penyerangan tersebut
Penyerangan yang terjadi di rumah direktur Galang Press Julius Felicius kemarin malam sekitar pukul 21.00 WIB di daerah Ngaglik Sleman masih belum diketahui motifnya. Dari informasi yang himpun oleh pihak kepolisian, sampai saat ini belum diketahui pasti motif dari penyerangan tersebut.Menurut Kapolda DIY, Brigjen Pol Haka Aksana, pihaknya kini tengah meminta keterangan dari KH salah satu pelaku yang berhasil diamankan polisi.Pada malam kejadian, di Galang Press sedang dilaksanakan doa bersama lintas iman untuk memberikan dukungan kepada capres Jokowi. Saat itu Julius yang terlibat dalam doa bersama tersebut mendapat telepon dari rumahnya terkait dengan penyerangan. Dia pun langsung pulang."Apakah ada kaitannya dengan pemilu dan aktivitas korban, sampai saat ini belum bisa dipastikan, segera mungkin kita usut," kata Haka.Sejauh ini pengakuan korban, menurut Haka, belum bisa dipastikan apa motif dan pelaku sebenarnya. Julius Felicius mengatakan bahwa pelaku merupakan orang suruhan Ustaz Jafar Umar, namun pihaknya belum bisa memastikan."Kami belum bisa memastikan, karena masih mengumpulkan keterangan dari pelaku yang diamankan," ujarnya.
Advertisement
Pelaku baru tertangkap satu orang
Polda DIY mengaku sudah mengamankan satu orang yang diduga pelaku berinisial KH terkait Tindak kekerasan yang terjadi di rumah Direktur Galang Press, Julius Felicius di Ngaglik Sleman. Kapolda DIY, Brigjen Pol Haka Aksana mengatakan salah seorang yang diduga kuat pelaku diamankan pihak kepolisian untuk diminta keterangan. "Kami sudah mengamankan satu orang pelaku, dia ditangkap di rumahnya di sekitar TKP," kata Haka.Sejauh ini, menurut Haka, belum bisa dipastikan apa motif dan pelaku sebenarnya. "Kami belum bisa memastikan, karena masih mengumpulkan keterangan dari pelaku yang diamankan," ujarnya.