4 Hari hilang tinggalkan tugas, dokter Isna terancam sanksi akademik

4 Hari hilang tinggalkan tugas, dokter Isna terancam sanksi akademik. Kepala Humas dan Bagian Hukum RSUP dr Sardjito Trisno Heru Nugroho besar kemungkinan dokter Isna akan terkena sanksi karena lalai dan meninggalkan tugas selama menempuh pendidikan spesialis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
4 Hari hilang tinggalkan tugas, dokter Isna terancam sanksi akademik
Dokter Isna. ©2017 merdeka.com/istimewa

Dokter Nur Ruwaida Isnaini atau biasa disapa dengan nama Isna terancam mendapatkan sanksi dari pihak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Pasalnya, dokter Isna yang menghilang selama lebih kurang empat hari ini dianggap lalai dan meninggalkan tugas.Menurut Kepala Humas dan Bagian Hukum RSUP dr Sardjito Trisno Heru Nugroho besar kemungkinan dokter Isna akan terkena sanksi karena lalai dan meninggalkan tugas selama menempuh pendidikan spesialis. Meskipun demikian, kewenangan pemberian sanksi berasal dari FK UGM tempat dokter Isna menempuh studi."Belum mengetahui ke depan apakah langkah yang diambil pihak Fakultas Kedokteran UGM, karena RSUP dr Sardjito hanya sebagai lokasi praktik. Kita tidak punya wewenang, disini dirinya praktek," jelas Heru, Selasa (10/1).Heru menambahkan bahwa saat ini dokter Isna berada di kediamannya yang berada di Bogor, Jawa Barat. Dokter Isna sedang dalam pemulihan kondisi psikologis bersama keluarga."Kemarin sore (Senin 9/1) terbang dari Manado bersama keluarga. Saat ini sudah di Bogor. Saat ini belum ada komunikasi lagi dokter Isna," ujar Heru.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dokter Isna dikabarkan pergi dari kosannya di Jalan Sendowo, Blok D No. 71, Sinduadi, Mlati Sleman, 4 Januari lalu. Dokter Isna keluar dari kosan dengan jalan kaki. Dokter asal Bogor itu ditemukan usai empat hari dikabarkan hilang. Dokter Isna akhirnya ditemukan oleh pihak keluarga di Pelabuhan Calaca, Manado, Sulawesi Utara dalam keadaan bingung dan seorang diri.

Rekomendasi