300 Personel Disiapkan dalam Uji Coba Pertama Ganjil Genap di Jalur Puncak Bogor

Tidak kurang dari 300 personel gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Bogor, disebar di sepanjang Jalan Raya Puncak, dalam hari pertama uji coba ganjil genap, Jumat (3/9).

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
300 Personel Disiapkan dalam Uji Coba Pertama Ganjil Genap di Jalur Puncak Bogor
Jalur Puncak akan Ditutup Pukul 18.00 WIB. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Tidak kurang dari 300 personel gabungan TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Bogor, disebar di sepanjang Jalan Raya Puncak, dalam hari pertama uji coba ganjil genap, Jumat (3/9).

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, uji coba pelaksanaan ganjil genap direncanakan mulai Jumat siang dan terus berlanjut hingga Minggu (5/9).

"Mungkin setelah Salat Jumat kita mulai pemeriksaan. Karena besok tanggal ganjil, maka hanya kendaraan berakhiran nomor polisi ganjil yang bisa melintas," kata Agus, Kamis (2/9).

Sementara itu, Polres Bogor telah menyiapkan tujuh titik pemeriksaan. Lima di antaranya tersebar di kawasan Puncak dan dua lainnya di kawasan Sentul, Babakanmadang.

Lima titik pemeriksaan di kawasan Puncak berada di gerbang keluar Tol Ciawi, Simpang Gadog, Rainbow Hills, pos Cibanon, pos Bendungan dan dua lokasi di Sentul, Babakanmadang.

"Kendaraan yang terkena ganjil genap, tidak hanya kendaraan berpelat nomor polisi luar Bogor, namun juga untuk seluruh yang akan menuju Puncak, termasuk sepeda motor," kata Kapolres Bogor, AKBP Harun.

"Pengecualian hanya untuk kendaraan darurat, seperti ambulans, pemadam kebakaran, bahan bakar, angkot dan pengangkut logistik," katanya.

Harun mengungkapkan, sepanjang akhir pekan kemarin, terjadi peningkatan jumlah kendaraan di kawasan Puncak hingga 40 persen atau sekitar 38 ribu kendaraan.

Sementara Bupati Ade Yasin menjelaskan, jika uji coba ganjil genap ini berhasil, maka akan dibuatkan payung hukum untuk perkuatan dalam jangka panjang.

"Kita uji coba dulu. Kita lihat respons masyarakat, kalau mengarah pada perbaikan kita akan minta payung hukumnya. Uji coba juga sambil sosialisasi," kata Ade.

Ade pun mengakui mendapat teguran dari pemerintah pusat mengenai kemacetan pada akhir pekan lalu. Ade pun diminta mencari solusi atas kemacetan tersebut.

"Kemarin itu, macetnya sampai ke pemerintah pusat dan banyak yang nanya ke saya dan kapolres. Ini kita mencari solusinya. Karena anggapan di masyarakat, saat ada pelonggaran, dianggap semua boleh. Tapi kemarin saat macet itu kan didominasi roda dua yah. Mereka hanya melihat-lihat puncak saja. Karena wisata kan masih tutup," kata Ade.

Selain harus mematuhi aturan ganjil genap, masyarakat yang hendak menuju Puncak pun wajib menunjukkan bukti bahwa mereka sudah divaksinasi.

"Harus sudah terdaftar di aplikasi pedulilindungi. Karena kita masuk wilayah aglomerasi, jadi surat swab atau antigen tidak lagi berlaku. Jadi harus bawa surat bukti vaksin," tegas politisi PPP itu.

Rekomendasi