3 WN Uzbek Kabur Usai Bunuh Petugas Imigrasi dan Lukai Polisi karena Ogah Dideportasi

Juru Bicara Densus 88 antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, mereka kabur dari kantor Imigrasi usai dikunjungi Konsulat dari Kedutaan Besar (Kedubes) Uzbekistan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
3 WN Uzbek Kabur Usai Bunuh Petugas Imigrasi dan Lukai Polisi karena Ogah Dideportasi
Penangkapan WN Uzbek. ©2023 Merdeka.com

Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri kembali mengamankan tiga WNA asal Uzbekistan yang sebelumnya sempat kabur dari ruang detensi kantor Imigrasi Jakarta Utara, Senin (10/4) usai membunuh petugas dan melukai polisi. Satu dari tiga WN Uzbek inisial BA (32) meninggal dunia.

Juru Bicara Densus 88 antiteror Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, mereka kabur dari kantor Imigrasi usai dikunjungi Konsulat dari Kedutaan Besar (Kedubes) Uzbekistan.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kita melakukan interogasi cepat terhadap mereka. Jadi diketahui atau ditemukan fakta bahwa rencana mereka melarikan diri mulai muncul setelah mereka dikunjungi petugas konsulat Kedubes Uzbekistan di Jakarta," kata Aswin kepada wartawan di Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (11/4).

Lalu, untuk alasan kaburnya WNA tersebut yakni BA, IM dan MR karena ketiganya tidak ingin dideportasi ke negara asalnya.

"Mereka tidak ingin dideportasi negara asalnya, karena akan menghadapi ancaman hukuman yang lebih berat di negaranya," ujarnya.

Terkait dengan penangkapan terhadap ketiga WNA tersebut, petugas menyita pisau yang digunakan pelaku yang diambil dari dapur kantor Imigrasi Jakarta Utara.

"Dari rangkaian ini penyidik menyita satu bilah pisau yang digunakan untuk menyerang petugas, lalu melakukan visum pada para korban," sebutnya.

Saat ini, para pelaku sudah diamankan di Polda Metro Jaya sambil menunggu proses hukum selanjutnya.

"Sebagai tindak lanjut para tersangka ditahan di Rutan Polda Metro Jaya untuk proses penyidikan," pungkasnya.

Rekomendasi