Dua pencuri di ruangan seksi Teknologi Ditintelkam Polda Bali, masih buron. Dua pelaku itu bernama Zaeni dan Beny asal Lumajang, Jawa Timur. Sedangkan empat tersangka lainnya telah berhasil dibekuk polisi.
Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan menerangkan, enam pelaku itu adalah buruh proyek yang saat kejadian melakukan renovasi di ruangan seksi Teknologi Ditintelkam Polda Bali.
"(Mereka) kerja di sana jadi buruh kemudian dia lihat loker di atas itu dibuka, mungkin dia bongkar dan lihat handphone diambil," kata Fairan saat ditemui di Denpasar, Bali, Rabu (27/11).
Kedua pelaku yang belum ditangkap diduga membawa dua handphone dinas kepolisian. "Mungkin pelaku ini ada rasa ingin tahu, dia buka bongkar dan diambil (barang) sama dia," jelasnya.
Ia juga mengutarakan, bahwa para pelaku itu tidak mencuri dalam waktu bersamaan. Dua pelaku yang beraksi pertama kali memamerkan barang curian kepada temannya, sehingga yang lain ikut mencuri. Total ada empat loker yang dibongkar.
"Pertama dua orang dulu ngambil setelah itu dia pamer, saya dapat handphone. Kalau mau, kamu ke sana ambil lagi begitu. Sampai enam orang. Ada dua orang yang waktu itu kita tangkap dan setelah itu dia ngomong pamer. Jadi berenam tidak bersamaan dan masing-masing," ujarnya.