Sebuah rumah dan pos jaga di tepi Sungai Kaliputih, Desa Karangrejo Kabupaten Blitar, Jawa Timur, rusak diterjang banjir lahar hujan dari Gunung Kelud. Banjir itu membawa serta material bercampur batu dan pasir.
Barno Bajang (67), pemilik rumah yang rusak diterjang banjir lahar hujan mengatakan, banjir itu terjadi setelah hujan deras melanda sekitar Gunung Kelud.
"Waktu itu saya di warung, dan melihat dari jalan air sudah turun ke sungai sekitar 3 sampai 4 meter," ujar Barno di Kecamatan Garum, Blitar, Rabu (24/2).
Barno memaparkan, kini rumahnya tertimbun tanah material vulkanik dari Gunung Kelud. Seluruh barang-barang miliknya juga terbawa arus air, hanya tersisa beberapa barang saja.
"Saya melihat kondisi rumah tertutup tumpukan material di dalam rumah, hanya bisa mengamankan beberapa barang yang tidak terseret arus air," tutur Barno.
Seperti diberitakan Antara, banjir itu terjadi pada Selasa (24/2) malam. Setelah hujan turun sangat deras di sekitar Gunung Kelud ke Kaliputih yang merupakan salah satu jalur lahar yang dibuat di Kabupaten Blitar.
Kepala Desa Karangrejo Sugiana menjelaskan Kaliputih ini sangat berdampak pada warga. Selain rumah dan pos jaga yang rusak diterjang lahar hujan, juga merusak tanaman pertanian warga.
"Sebagian lahan masyarakat ada di kantong lahar ini. Nanti dampak berikutnya bisa ke lahan itu, selain mengenai warung dan pos yang tersapu banjir," bebernya.