Sekitar 10 hektare hutan dan lahan di areal perkebunan sawit, di desa Sukomulyo, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, hangus dalam 2 hari. Lahan, sengaja dibakar dengan mempekerjakan warga setempat.
Sepuluh hektare lahan itu, mulai terbakar sejak Selasa (11/9) lalu, setelah terdeteksi sebagai titik panas (hotspot), seperti dilansir BMKG. Pemadaman tim gabungan, rampung hingga Rabu (12/9) malam.
"Benar. Sampai malam tadi, di Sukomulyo. Luasan sekitar 10 hektare yang terbakar," kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (13/9).
Dari penelusuran tim gabungan, baik dari BPBD, Polri dan TNI, ditemukan fakta bahwa pemilik lahan berada di Balikpapan, dan mengupah warga setempat untuk membuka dan merintis lahan dengan cara membakar.
"Iya, perintisnya warga setempat. Pemilik lahan, ada di Balikpapan. Dari koordinat yang kita dapatkan, lahan yang terbakar ada di areal kebun sawit," ujar Nurlaila.
Pemadaman cukup merepotkan petugas. Selain lokasinya mesti ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 5-6 kilometer, dari poros jalan utama, angin juga berhembus kencang, dan cuaca panas cukup terik di lokasi, sehingga lahan sekitar juga kondisi kering. "Pemadaman dilakukan dengan cara manual," tambah Nurlaila.
Malam tadi, usai kobaran api benar-benar bisa dipadamkan, tim langsung menggelar pertemuan bersama dengan warga setempat. "Disepakati, kalau ada yang terbakar lagi di areal yang sama, menjadi tanggungjawab pemilik dan perintis (pembuka lahan)," terangnya.
"Intinya, kalau membakar lagi, langsung ditangani kepolisian, untuk diproses sesuai hukum," tegas Nurlaila.
Siang ini, lanjut Nurlaila, tim gabungan kembali menelusuri titik panas lain, yang terdeteksi satelit, dan dilansir BMKG. Lokasinya, masih berada di Sepaku, dan di kecamatan Babulu. "Sekarang ini, lokasinya lebih jauh lagi," demikian Nurlaila.