Sukses jadi eksportir, Daihatsu dan Suzuki raih penghargaan Primaniyarta 2018
Merdeka.com - Daihatsu dan Suzuki mendapat pengakuan pemerintah terhadap kinerja ekspornya yang membantu perekonomian Indonesia. Penghargaan Primaniyarta Export Award 2018 ini diberikan kepada PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dalam rangkaian acara Indonesia Trade Expo yang diselenggarakan di ICE, BSD City, Tangerang, pekan lalu (24/10).
Pada penghargaan khusus kepada eksportir ini, Daihatsu terpilih pada kategori Extra Ordinary Performance atau ‘Eksportir Berkinerja’. Ini merupakan penghargaan tertinggi pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor.
Dengan penghargaan ini, Daihatsu dinilai berhasil dalam melakukan kegiatan ekspor selama lima tahun berturut-turut. Kinerja ini dihasilkan dengan nilai dan volume ekspor yang selalu meningkat, dengan tetap mengutamakan produk ekspor yang memiliki nilai tambah, serta penerapan standar green product yang baik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan kepercayaan pemerintah Indonesia pada Daihatsu. Penghargaan ini merupakan pengakuan dari pemerintah Indonesia terhadap kinerja ekspor Daihatsu dari waktu ke waktu, sehingga semakin memotivasi kami untuk berkontribusi dengan terus mengembangkan produk dan pelayanan yang inovatif dan berkualitas," ujar Tetsuo Miura, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM), dalam keterangan resminya, Senin (29/10).
Suzuki
Pada kesempatan sama, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) juga mendapat penghargaan Primaniyarta Award 2018 untuk kategori Extra Performance". Ini penghargaan yang pertama bagi Suzuki.
“Sebuah kehormatan bagi Suzuki dapat menerima Primaniyarta Award untuk pertama kalinya. Apresiasi ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja, mengoptimalkan kapasitas produksi dan kesiapan sumber daya manusia, serta konsisten dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor Suzuki di pasar global,” ujar Tomio Yoshida, Managing Director SIM.
SIM menerima Primaniyarta Award ke-33 karena dinilai dapat memaksimalkan produksi pabrik, terutama dalam merakit kendaraan layak ekspor sejak 1993. Selama 25 tahun, SIM mengekspor 484.023 unit kendaraan roda empat hingga September tahun ini, baik berupa completely built up (CBU) dan completely knock down (CKD).
Sedangkan ekspor kendaraan roda dua, dimulai sejak 2012, juga dalam bentuk CBU dan CKD, dan mencapai volume 723.670 unit. Produk-produk tersebut diekspor ke 109 negara tujuan di berbagai wilayah. Seperti Afrika, Asia, Timur Tengah, Amerika Latin dan Karibia, Oseania, hingga Eropa.
Pada 2017, 33 persen pendapatan usaha SIM berasal dari ekspor, sehingga ke depan kegiatan ekspor diharapkan dapat berdampak positif, baik terhadap Suzuki maupun perekonomian Indonesia.
“Primaniyarta Award kali ini juga bukti penerapan produk berstandar tinggi Suzuki yang memprioritaskan kepercayaan dan keamanan konsumen, serta lebih responsif pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, manufaktur, dan pasar sehingga menjadikan Suzuki sebagai merek yang dipercaya baik nasional maupun global,” tutup Yoshida. (mdk/sya)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya