Kendaraan Listrik Makin Diminati, Kenali Berbagai Fakta Perkembangannya di Indonesia

Kendaraan listrik kini semakin populer seiring dengan upaya meminimalisir pencemaran lingkungan.

Wuri
Oleh Wuri - Reporter
Kendaraan Listrik Makin Diminati, Kenali Berbagai Fakta Perkembangannya di Indonesia
Kendaraan Listrik Makin Diminati, Kenali Berbagai Fakta Perkembangannya di Indonesia. ©Shutterstock

Isu pencemaran lingkungan memang masih jadi sorotan banyak pihak, mengingat kondisinya yang kini semakin mengkhawatirkan. Salah satu faktor yang banyak menyumbang atas kondisi ini adalah emisi karbon kendaraan yang banyak digunakan kaum urban untuk mobilitasnya. Hal ini pula yang mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk menjawab masalah lingkungan tersebut.

Pemerintah lewat banyak sektor juga terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari industri, lembaga penelitian, dan masyarakat selama beberapa tahun terakhir sebagai upaya percepatan implementasi di tanah air. Kini, jumlah penggunanya pun mulai semakin bertambah seiring dengan kendaraan listrik yang banyak diminati.

Apa Itu Kendaraan Listrik?

Istilahnya sudah banyak didengar, kendaraan listrik adalah jenis kendaraan yang menggunakan satu atau lebih motor listrik atau motor traksi sebagai tenaga penggeraknya. Tipe kendaraan ramah lingkungan ini memang banyak dibicarakan beberapa tahun terakhir. Namun, pemanfaatannya sendiri sudah mulai berlangsung sejak abad ke-20.

Energi listrik sebagai sumber penggerak kendaraan sudah mulai diaplikasikan di masa tersebut, salah satunya lewat kehadirtan kereta listrik. Moda transportasi ini kemudian menjadi pilihan utama karena minim perawatan dan hemat energi. Pengaplikasian energi listrik tersebut terbilang berhasil karena tenaga listrik yang digunakan sebagai penggerak kereta bersumber dari lintasan kereta itu sendiri. Jadi, tidak bergantung pada baterai. Contoh kereta listrik yang menggunakan mekanisme ini adalah lintasan KRL (kereta rel listrik) yang berada di area Jabodetabek.

Namun, sebelum hadirnya kereta listrik, keberadaan mobil listrik sudah ada sejak tahun 1800an yang kemudian diproduksi massal sekitar awal tahun 1900an. Sayangnya, popularitasnya meredup bahkan minim peminat karena saat itu harga bahan bakar fosil yang lebih murah. Nggak hanya dari segi bahan bakar saja, harga jual mobil konvensional juga dinilai lebih murah dari mobil listrik.

Baru kemudian popularitas mobil listrik kembali mengalami peningkatan di tahun 2000an. Hal ini juga yang mejadi latar belakang mobil listrik dikembangkan kembali. Para produsen pun berlomba-lomba mengembangkan mobil listrik yang memiliki teknologi lebih baik yang didukung dengan berbagai riset.

Kendaraan Ramah Lingkungan yang Membawa Banyak Manfaat

Saat ini sudah banyak produsen ternama yang ikut memproduksi kendaraan listrik karena dinilai memiliki banyak manfaat untuk lingkungan. Selain itu, jenis kendaraan ini juga bisa menjadi sebuah langkah awal untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang tentu saja mendukung lingkungan lebih bersih.

Penggunaan kendaraan listrik untuk beraktivitas sehari-hari pun menawarkan banyak manfaat. Apa saja sih?

1. Tidak Menghasilkan Emisi

Sesuai dengan namanya, kendaraan listrik menjadi pilihan yang lebih baik untuk lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi kendaraan bermotor. Sebuah penelitian yang dilakukan di tahun 2016 memberikan penjelasan tentang penggunaan mobil listrik dapat mempengaruhi lingkungan terlebih dalam sisi tingkat polusi udara.

Hal ini memang bukan isapan jempol belaka. Mekanisme gerak kendaraan ini menggunakan daya listrik pada prosesnya, sehingga mesin tidak menghasilkan pembuangan residu emisi CO2 (karbondioksida) dan CO (karbonmonoksida). Kedua zat ini biasanya keluar dari hasil pembakaran kendaraan konvensional yang berpotensi meningkatkan terjadinya efek rumah kaca dan pemanasan bumi. Nggak hanya itu saja, jika dihirup dalam jangka panjang, kedua zat tersebut juga memiliki efek berbahaya karena dapat menghambat darah untuk mengikat oksigen.

Dengan beralih ke kendaraan yang digerakkan dengan tenaga listrik, artinya kamu juga menghemat sumber daya alam. Terlebih kini isu menipisnya ketersediaan minyak bumi juga semakin meningkat seiring dengan makin meningkatnya jumlah populasi manusia.

2. Minim Suara

Tak hanya ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi, kendaraan ini juga jadi favorit karena suaranya yang tidak berisik. Saat menggunakan mobil dengan penggerak listrik, kamu bisa merasakan suara mesin yang lebih senyap. Hal ini jelas berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan mobil konvensional, terlebih yang memiliki mesin diesel. Kinerja yang nggak berisik ini yang membuat kenyamanan penggunanya.

3. Akselerasi Lebih Cepat

Jika menggunakan mobil listrik untuk transportasi sehari-hari, pengguna akan merasakan performanya yang lebih mumpuni. Hal tersebut disebabkan karena mobil bertenaga listrik memiliki akselerasi sekitar 3 detik untuk kecepatan hingga 100km/jam.

4. Nggak Perlu Isi Bensin

Ini dia manfaat yang paling dirasakan oleh pengguna. Jika menggunakan mobil listrik, tentu kamu nggak perlu lagi mengisi bensin. Cukup mengisi baterai selama beberapa jam, kamu bisa berkendara hingga menempuh jarak ratusan kilometer. Hal ini karena mobil listrik sudah ditanamkan daya penampungan arus listrik yang besar sehingga cukup sekali charging saja bisa digunakan untuk berpergian jauh. Kini nggak perlu lagi antre panjang di pom bensin.

Kendaraan Listrik di Indonesia

Bagi yang tinggal di kota besar, pasti sudah nggak asing lagi dengan padatnya lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat yang memenuhi di jam-jam sibuk. Hal ini yang menjadi pemicu kualitas udara yang buruk, terutama di kota besar seperti Jakarta. Ketika pandemi muncul dan terjadi penurunan mobilitas masyarakat secara drastis, tingkat pencemaran udara yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya pun jauh menurun di angka 80 jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya yang mencapai rata-rata 195 dalam AQI. Berdasarkan kategori ini, Jakarta pun masuk ke dalam salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia.

Demi menciptakan perbaikan lingkungan dengan kualitas udara yang lebih sehat, penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif yang sedang diupayakan pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan dukungan pemerintah agar masyarakat melakukan peralihan secara bertahap, mulai dari transportasi umum hingga kendaraan pribadi.

Sarana transportasi massal yang memanfaatkan energi listrik juga sudah hadir di Indonesia, yaitu KRL dan MRT (Mass Rapid Transit). Selain itu, pemerintah lewat Kementerian Perhubungan RI juga sudah mendorong transportasi online untuk menggunakan kendaraan listrik, dan rencananya akan diikuti DAMRI yang mengoperasikan bus listrik.

Untuk alat transportasi pribadi, sepeda listrik juga sudah mulai digunakan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Motor listrik yang digunakan dalam kendaraan listrik modern juga mulai banyak menjadi pilihan masyarakat, selain mobil listrik yang kini juga mulai banyak dihadirkan oleh berbagai produsen mobil ternama.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Mobil Listrik

Ingin mendukung langkah pemerintah sekaligus berkontribusi untuk membuat lingkungan menjadi tempat tinggal yang lebih baik? Hal pertama yang perlu dilakukan adalah beralih ke mobil listrik sebagai alat transportasi pribadi sehari-hari.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli mobil listrik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan menjadi pertimbangan. Apa saja?

1. Pahami Jenis Mobil yang Jadi Kebutuhan

Tren mobil listrik memang semakin berkembang yang membuat banyak produsen menghadirkan berbagai varian mobil listrik. Hal ini memang membuat pilihan jadi semakin beragam, namun jangan sampai salah pilih jenis yang tepat, lho.

Hal paling penting ketika ingin membeli mobil listrik adalah mempertimbangkan jarak tempuh yang bisa dicapai sesuai dengan kebutuhan. Hal ini penting agar bisa memaksimalkan kendaraan yang dimiliki, sehingga tidak merasa sulit ketika menggunakan hingga perawatannya. Pahami kebutuhanmu, apakah kendaraan ini akan digunakan di dalam kota saja atau untuk jarak jauh?

Penting untuk mengecek berapa kilometer yang bisa dilewati mobil tersebut dalam sekali pengisian daya. Jangan sampai kerepotan mencari tempat pengisian daya di tengah perjalanan. Jika memang ingin mencari mobil listrik untuk bepergian ke luar kota, pilih yang memiliki daya baterai besar dengan jangkauan hingga 300 km dalam sekali pengisian baterai.

2. Cek Daya Listrik di Rumah

Untuk mobil listrik yang bisa diisi dayanya di rumah, jangan lupa untuk melakukan pengecekan daya listrik di rumah. Idealnya, standar daya listrik di rumah untuk mengisi mobil listrik adalah 2.200 VA. Jadi, jika daya listrik di rumah belum mencapai angka tersebut, sebaiknya lakukan tambah daya terlebih dulu untuk mendukung kepemilikan mobil listrik di rumah. Cara melakukan tambah daya listrik bisa langsung menghubungi unit PLN di kota masing-masing, biasanya pemohon akan dikenakan biaya tertentu.

3. Berapa Lama Proses Pengisian Berlangsung

Penting juga untuk mengetahui berapa lama proses yang diperlukan untuk mengisi kendaraan listrik yang dimiliki. Cara penghitungannya mudah, cukup dengan menghitung berapa daya yang dibutuhkan dan besar kapasitas pengisian daya.

Masing-masing mobil listrik memiliki waktu pengisian yang berbeda-beda, normalnya bisa dalam waktu 3-4 jam. Jika ingin lebih menghemat waktu pengisian, pastikan mobil listrik yang dimiliki didukung dengan fitur fast charging yang bisa menghemat waktu hanya 45 menit dan 17 menit saja dalam sekali pengisian daya.

4. Usia Pakai Baterai Kendaraan Listrik

Memanfaatkan tenaga baterai dalam mengoperasikannya, penting untuk memperhatikan masa pakai baterai kendaraan listrik yang dimiliki. Biasanya usia pakai baterai ini berbeda, sesuai dengan mereknya. Biasanya produsen mobil listrik juga akan memberikan garansi pada baterai jika masih dalam usia pakai yang pendek. Jadi, pastikan perhatikan hal yang satu ini.

5. Asuransi dan Pajak

Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah asuransi dan pajak. Mobil listrik biasanya memiliki asuransi yang lebih besar jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Hal ini sebenarnya wajar, karena mobil listrik biasanya membutuhkan biaya perbaikan yang lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional, karena komponen-komponennya yang juga lebih mahal.

Selain itu, jangan lupa jika mobil listrik juga dikenakan pajak, lho. Untungnya, pajak mobil listrik tidak sebesar kendaraan konvensional sehingga bisa lebih menghemat anggaran tahunan.

6. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

Pertimbangkan juga letak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersedia, terlebih bagi kamu yang memang sering keluar kota. Kehadiran SPKLU memang masih terbatas yang menjadi tantangan tersendiri. Namun, infrastruktur yang satu ini sedang gencar-gencarnya disediakan oleh pemerintah untuk mendukung era kendaraan listrik.

Rencananya, PT PLN (Persero) akan memproyeksikan bisa berkolaborasi untuk menghadirkan sebanyak 1.273 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum yang saat ini sudah ada sekitar 588 unit yang tersebar di 257 titik lokasi di Indonesia. Nggak hanya itu saja, dukungan PLN terhadap ekosistem kendaraan listrik juga terlihat lewat kerja sama dengan mitra lewat waralaba (franchise) pembangunan SPKLU dan stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPBKLU) bersama perbankan, mal, kantor, swasta, dealer mobil, dan mitra lainnya.

Itu tadi berbagai fakta perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, sudahkah kamu beralih juga?

Rekomendasi