Hingga race ketiga balap F1, PT Pertamina (persero) sebagai sponsor utama pebalap Rio Haryanto mengaku cukup gembira dengan raihan Rio hingga race ketiga di Shanghai, China.
Wianda Pusponegoro, Vice President Communication Pertamina, mengatakan mulai race di Melbourne, Bahrain, dan Shanghai, Rio sudah menunjukkan tekad dan daya juang tinggi, sehingga di dua race terakhir Rio selesai sampai finis.
"Sisa race masih panjang, kami cukup yakin Rio bisa memberi gebrakan di seri selanjutnya. Harapan kami Rio bisa terus membalap hingga race terakhir musim balap tahun ini," ujar Wianda saat media gathering, Selasa malam (19/4).
Kata dia, Pertamina sudah membina Rio sejak 2010 saat berkiprah di balap GP3 dan GP2. Selama kiprahnya tersebut, Rio menunjukkan prestasi dengan meraih peringkat 4 di GP2 dari peringkat 5 di GP3.
"Rio adalah sosok yang penting bagi Pertamina. Rio menjadi role model bagi anak-anak muda di Indonesia," ucap dia.
Wahab S, pengamat balap F1, menambahkan mobil tim Manor yang menaungi Rio masih mencari berat yang seimbang atau weight of balance. Setelah berhasil mencapai weight of balance, pekerjaan rumah (PR) berikutnya adalah kestabilan mobil, kecepatan, aerodinamika, dan strategi balapan.
"Selama amati F1 10-20 tahun, belum tentu ada talenta sehebat Rio di Indonesia," ujar Wahab.
Pengamat F1 lainnya, Roy Daroyni, berpendapat mobil Rio belum menemukan settingan yang pas, seperti sudut sayap, setting-an sayap, anti-roll bar, dan lain-lain. Setting-an mobil ini disesuaikan dengan karakter sirkuit dan driver style.
"Sebagai pendatang baru, Rio perlu jam terbang. Misalnya, Rio perlu top speed di race untuk attack pebalap lain. Karena saat di Shanghai, top speed Rio ranking 3 di kualifikasi, sedangkan di race sendiri malah ranking 11," ujar Roy.