BREAKING NEWS

Ini isi lengkap pidato perdana Presiden Jokowi


Majelis Rasulullah (4): Habib dan jamaah akil balig

Reporter : | Senin, 27 Februari 2012 17:20




Majelis Rasulullah (4): Habib dan jamaah akil balig
Suasana di pengajian Majelis Rasulullah, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (21/2). Banyak anak muda ikut mengaji. (Merdeka.com/Imam Bukhori)

Merdeka.com - Tiga lapis barisan anak muda berkopiah menjadi pagar hidup bagi Habib Mundzir bin Fuad Al Musawa. Rabu malam pekan lalu itu, setelah memimpin pengajian Majelis Rasulullah di Jalan Dakota Raya, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, dengan jalan tertatih sang Habib dipapah seorang habib menuju mobil Mercedes berwarna perak di belakang panggung.

Ayo siap, jangan sampai orang-orang mendekat, teriak Ustadz Deden, koordinator keamanan. Tapi jumlah jamaah yang ingin maju lebih banyak. Jamaah yang rata-rata masih belasan tahun itu terus merangsek, berebut mencium tangan sang habib.Kami ingin mencari barokah, ucap Jailani, seorang jamaah.

Di atas pangggung, sebelumnya Habib bercerita tentang gangguan penyakit pada kepala. Bahkan dia telah merekam penyuntikan obat pada ubun-ubunnya.Kepala ini seperti dibuat mainan, disuntik beberapa kali. Bagi jamaah yang ingin melihat video perawatan saya, jangan pulang dulu, nanti akan ditampilkan di layar, ujarnya.

Pemutaran rekaman video itu segera menarik perhatian anak-anak muda yang hadir di majelis. Mereka segera menghambur ke bawah layar berukuran sekitar 4x4 meter. Kondisi sakit saja masih mau mengajar, mulia sekali, ucap Wisnu, remaja 20 tahun yang mengaku sudah dua tahun ini aktif menjadi anggota majelis.Kami ini datang karena cinta pada Habib, kata Abdi.

Fenomena Habib ini memang berhasil membetot simpati para akil balig, alias anak-anak muda di Jakarta. Kopiah putih, gamis yang dibalut jaket hitam dengan sulaman benang emas di punggung bertuliskan Majelis Rasulullah, serta sorban dan bendera, seolah menjadi identitas tetap bagi mereka. Di manapun dan kapanpun majelis digelar, anak-anak muda itu tumpah di sana.

Diyakini sebagai keturunan Rasulullah melalui putrinya, Fatimah az-Zahra dan menantunya Ali bin Abi Thalib, gambar sang Habib tersebar di mana-mana: dari baliho berisi undangan pengajian di pinggir-pinggir jalan strategis, hingga masuk gang-gang sempit permukiman penduduk. Dakwah yang dulu dilakoni dari rumah ke rumah itu sekarang telah menjadi sebuah pohon besar bercabang banyak.

Habib Mundzir berceramah di sepanjang pantai utara dan pantai selatan Jawa, terus meluas ke Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua, bahkan Singapura, Johor dan Kuala Lumpur, Malaysia. Majelis Rasulullah juga mengisi acara bimbingan rohani di gedung-gedung perkantoran dan di stasiun-stasiun televisi. Sebuah kios yang menjual aneka aksesori Majelis Rasulullah juga didirikan persis di belakang Masjid Al-Munawar.

Bagi beberapa anak muda, selain untuk belajar agama, menghadiri pengajian habib juga untuk menenangkan diri. Ketika di tempat-tempat hiburan malam, mulai yang terang hingga remang-remang; seperti rumah karaoke, kedai kopi, hingga diskotek, banyak remaja berpesta, di majelis habib justru sebaliknya. Biarkan, saya memilih ikut pengajian saja, tutur Alfian, 17 tahun. Dengan mengikuti pengajian, hati tenang, terhibur, waktu di sekolah saya juga bisa berdakwah.

Menurut Musni Umar, sosiolog dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, ketertarikan anak muda terhadap majelis-majelis pengajian habib kini telah menjadi sebuah tren gaya hidup bagi remaja. Alasannya, tak melulu anak-anak muda itu mencari hiburan dari hal-hal bersifat materi. Lebih dari itu, buktinya ada cara-cara lain bagi mereka melarikan diri dari rasa jenuh. Misalnya mengaji.

Pilihan itu mengabaikan status. Bukan berarti anak-anak yang mengaji itu tidak mampu duduk di kafe, atau sebaliknya. Majelis pengajian habib, ia melanjutkan, mungkin sudah menjangkiti semua kelas masyarakat. Apalagi hal-hal bersifat religius juga semakin digandrungi. Buktinya, meski biayanya mahal, banyak orang tua ingin menyekolahkan anaknya pada lembaga-lembaga pendidikan agama.


[fas]


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Demi privasi, Cara Delevingne nekat bertindak segila ini
  • Kuli bangunan ini direstui untuk nodai dua anak selingkuhannya
  • JK: Boediono bukan ban serep, wapres bantu presiden
  • Bangkit dari kematian, evleaks bocorkan smartphone baru Motorola
  • Kabur dari Rutan, napi ini ditangkap saat temui kekasih
  • Ternyata hobi nge-game menyimpan 5 manfaat ini, lho!
  • Alyssa hamil 5 bulan, Dude Harlino rajin bacakan Al Quran
  • Mirip Jokowi, pelajar Demak diarak & orasi layaknya presiden
  • Ahok ke Monas sambut Jokowi-JK
  • Datangi nikah Raffi, Velove Vexia dilarang bicara masalah pribadi
  • SHOW MORE