Dari Menanam hingga Beternak, Ini 5 Strategi Wujudkan Ketahanan Pangan ala Khofifah
Merdeka.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh organisasi masyarakat (ormas) perempuan berperan aktif menjaga ketahanan pangan nasional.
Pasalnya, di tingkat internasional pembahasan seputar pentingnya ketahanan pangan mulai gencar dibicarakan. Berbagai pihak mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis pangan dunia, seperti dilansir liputan6.com (14/7/2020).
Ajak Perkuat Ketahanan Pangan

©2020 Istimewa
Dalam webinar series Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah menceritakan kekhawatirannya sekaligus mengajak para perempuan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Mulai lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, FAO dan Presiden RI, Joko Widodo sudah mengingatkan terjadinya kemungkinan krisis pangan dunia. Hari ini beberapa negara pengekspor beras sudah menghentikan sementara ekspornya, mereka ingin mengamankan stok pangan untuk negaranya masing-masing. Maka, kita juga harus memperkuat ketahanan pangan kita,” kata Gubernur Khofifah, Senin, 13 Juli 2020.
Mulai dari Rumah

©Instagram/Jogja Berkebun
Menurut Khofifah, ikhtiar untuk menjaga ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari rumah masing-masing. Selanjutnya, jika dimungkinkan bisa mengajak tetangga di lingkungan sekitar.
Di antaranya, dengan menanam jenis tanaman empon-empon, cabe, tomat, dan sayur-sayuran. Baik melalui media polybag di pekarangan rumah atau dengan pola hidroponik jika lahan yang dimiliki sempit.
“Yang harus kita lakukan adalah format-format kemandirian seperti ini, dengan berbasis rumah tangga. Jadi Muslimat NU dan ormas wanita lainnya serta elemen masyarakat secara luas bisa menyiapkan panduan untuk membangun ketahanan pangan di lingkungan masing-masing mulai dari hidroponik sederhana di lingkungan lahan yang terbatas, kemudian polybag, sampai di media vas atau pot yang besar, karena bisa diisi macam-macam tanaman,” ujar gubernur perempuan pertama di Jatim itu.
Cara Beternak Sederhana

©2020 Merdeka.com/dkp.gunungkidulkab.go.id
Khofifah menambahkan, selain menanam sayur-sayuran dan buah-buahan, lahan pekarangan rumah juga bisa dijadikan tempat budidaya ikan. Seperti ikan nila, mujair, lele dan udang. Caranya dengan membuat kolam kecil, atau memanfaatkan media yang sudah ada.
“Saya sudah melihat ternak lele yang dilakukan di dalam tong, seperti di Tulungagung. Kemudian sabtu lalu, saya diajak memanen udang vaname di kolam edukasi Puspenerbal di Juanda, Sidoarjo. Udang jenis ini memiliki nilai ekonomis paling tinggi di antara jenis budidaya ikan yang dilakukan dalam kolam bundar yang kecil, metodenya cukup sederhana, tapi bisa mendatangkan income yang menjanjikan,” ujar Khofifah.
Udang Vaname yang Menguntungkan

©2020 Merdeka.com/news.kkp.go.id
Budidaya udang vaname sendiri hanya membutuhkan waktu tiga bulan. Sedangkan keuntungan yang diterima bisa lebih dari dua kali lipat dari modal awal.
“Jadi, jika di antara ibu-ibu Muslimat NU dan komunitas ormas perempuan lainnya jika ada yang memiliki lahan yang tidak terlalu luas, dan berminat maka bisa dibuat kolam bundar, yang biasa dipakai untuk ikan nila atau lele, silahkan dicoba dengan disebar benur vaname. Itu potensi marketnya luar biasa, di samping memperoleh penghasilan, kita juga ikut menjaga ketahanan pangan nasional,” lanjutnya.
Jadi Media Konsultasi

©2020 Merdeka.com
Khofifah menjelaskan bahwasanya pembahasan-pembahasan ada webinar series Muslimat NU ke depannya akan dilakukan secara berkelanjutan. Pembahasannya dititikberatkan pada bagaimana praktik di level rumah tangga dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia memberi contoh, jika pada Senin, 13 Juli 2020 membahas budidaya lele, maka pada webinar series berikutnya membahas budidaya udang, atau ikan gurami, berbagai sayur dan seterusnya.
Dengan demikian pembahasannya berkelanjutan dan diharapkan akan diikuti praktik para peserta. Webinar itu diharapkan bisa menjadi media konsultasi serta inspirasi yang memberikan banyak manfaat.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya