Kisah Zayru Fashion Gabungkan Dua Identitas Budaya, Berhasil Dilirik Menparekraf

Setelah memutuskan resign dari kantornya, Yulia memutuskan untuk ikut kelas wirausaha di Rumah BUMN Yogyakarta (RuBY). Hasilnya ia berhasil mengembangkan produk fashion yang memadukan dua identitas budaya Nusantara. Bahkan salah satu produknya berhasil menarik Menparekraf Sandiaga Uno untuk membelinya.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Kisah Zayru Fashion Gabungkan Dua Identitas Budaya, Berhasil Dilirik Menparekraf
Zayru Fashion. ©Instagram/@zayrufashion

Juliyanti Nasution (40) sudah sejak lama suka dengan dunia fashion. Kesukaannya diturunkan dari keluarganya. Namun pada awalnya tak terpikir di benaknya untuk menggeluti dunia fashion. Namun sejak sebelum pandemi, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai staff accounting di sebuah perusahaan asuransi dan mantap untuk menggeluti dunia fashion.

Untuk mengembangkan produk tersebut, Julianti menemui banyak tantangan. Ia tidak tahu soal pemasaran dan bagaimana memberi nama produknya. Oleh karena itu ia bergabung dengan Rumah BUMN Yogyakarta (RuBY) yang dikelola Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Setelah resign nggak ada kegiatan, tahu dari teman kalau di RuBY buka pendaftaran. Akhirnya saya mendaftar dan ikut kelas di sana. Dengan ikut kelas sepeti itu saya jadi punya gambaran identitas produk saya bakal seperti apa,” kata perempuan yang akrab disapa Yulia tersebut.

Setelah mengikuti berbagai kelas-kelas pengembangan usaha, Yulia mulai menemukan identitas produk yang ingin ia kembangkan.

Yulia kemudian mencoba membuat baju dengan desain yang berbeda dari desain-desain pada umumnya. Desain itu dibuat dengan menggabungkan wastra-wastra atau kain tradisional dari seluruh Nusantara.

“Saya ingin mengajak orang yang nggak suka pakai wastra, khususnya anak muda. Apalagi sekarang trennya Korea. Kita punya produk bagus, tapi kenapa tidak bisa didesain dengan lebih modern?” kata Yulia.

Hal itulah yang membuat Yulia semakin termotivasi mengembangkan produk fashion dengan desain kain wastra. Dalam membuat produknya, ia tak lupa untuk memperhatikan dampak lingkungannya. Akhirnya ia juga membuat produk turunan berupa kain perca yang diolah untuk dijadikan aksesoris.

Berkat keunikannya, banyak orang yang tertarik dengan produknya. Ia membuat brand bernama Zayru Fashion.

Pada Bulan Mei 2023 lalu, Zayru Fashion menjadi finalis dalam ajang Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI). Ia terpilih di antara 400 finalis dari 7.000 peserta yang mendaftar. Dalam acara tersebut, ia mengembangkan sebuah desain fashion wastra unik yang ia beri nama batik “Pejabat”.

Usut punya usut, nama “pejabat” yang melekat bukanlah karena produk pakaian itu ditujukan pada kaum pejabat, tapi merupakan sebuah akronim dari “perpaduan Jawa Batak”. Keunikan Batik Pejabat berhasil menarik perhatian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang hadir pada saat itu untuk membelinya.

Setelah acara tersebut, Yulia ingin lebih mengenalkan produknya pada khalayak luas. Ia juga aktif melakukan pemasaran di media sosial melalui akunnya di @zayrufashion.
Yulia mengakui bahwa keberhasilannya membuat produk fashion yang unik dan beda dari kebanyakan desain baju tak lepas dari berbagai pelatihan yang ia ikuti, salah satunya di Rumah BUMN Yogyakarta.

“Harapannya untuk RuBY, terus membuat kelas yang bisa membantu UMKM yang baru memulai, yang butuh kelas khusus. Selain itu untuk pemasarannya RuBY bisa ikut membantu. Pokoknya jangan pernah bosan untuk mengembangkan UMKM,” kata perempuan lulusan Jurusan Agribisnis Universitas Nusa Bangsa Bogor ini.

Rekomendasi