Piknik ke Curug Duwur Purbalingga, Nasib Mahasiswa Unsoed Berujung Nahas

Pada Kamis (7/4), seorang mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed, Aldo Harley Alkautsar (21) ditemukan meninggal dunia di Curug Duwur Purbalingga. Diduga, ia tenggelam di air terjun karena tidak bisa berenang.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Piknik ke Curug Duwur Purbalingga, Nasib Mahasiswa Unsoed Berujung Nahas
Ilustrasi tenggelam. ©Pixabay

Hari yang ceria bisa berubah menjadi nahas dalam sekejap. Apalagi kalau aktivitas yang dilakukan itu tidak didasari oleh prinsip kehati-hatian. Bisa saja peristiwa nahas ini berakibat hingga hilangnya nyawa seseorang.

Pada Kamis (7/4), seorang mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed, Aldo Harley Alkautsar (21) ditemukan meninggal dunia di Curug Duwur Purbalingga. Diduga, ia tenggelam di air terjun karena tidak bisa berenang.

“Diduga korban yang merupakan warga Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor itu tidak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam saat mandi di sekitar air terjun tersebut,” kata Kapolsek Bojongsari, AKP Made Nergo dikutip dari ANTARA.

Lalu bagaimana peristiwa itu bisa terjadi? Berikut selengkapnya:

Survei Program Desa

Made menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban berada di sekitar air terjun bersama tiga orang temannya sesama mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed.

Sebelumnya, keempat mahasiswa itu datang ke Balai Desa Bumisari untuk memberikan proposal dan survei tempat untuk Program Wiradesa. Setelah dari balai desa, mereka pergi ke Curug Duwur untuk rekreasi.

“Mereka berfoto dan bermain di sekitar air terjun. Kemudian keempatnya mandi di pinggir air terjun dengan kedalaman sekitar pinggang orang dewasa. Namun korban semakin ke tengah dengan kedalaman hingga leher orang dewasa. Setelah itu korban tenggelam,” kata Made.

Ditemukan Sudah Meninggal

Mendapati temannya tenggelam, ketiga teman korban langsung meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang kemudian melakukan pertolongan.

Saat korban dievakuasi ke pinggir air terjun, dia sudah dalam keadaan meninggal dunia. Polisi bersama warga langsung membawa jenazah ke rumah sakit untuk pemeriksaan visum. Dari pihak rumah sakit menerangkan, tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan pada korban.

“Mayat belum kaku, pupil melebar dan keluar air dari hidung dan mulut saat ditekan dada. Diduga korban dan teman-temannya tidak bisa berenang sehingga saat tenggelam temannya tidak bisa menolong,” pungkas Made.

Rekomendasi