Pemerintah DKI Jakarta akan meningkatkan kecepatan dan memperbanyak penyediaan dosis vaksin untuk proses vaksinasi masyarakat di Ibu Kota. Ini dilakukan setelah adanya keterlambatan kedatangan dosis vaksin.
Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Didiet Soetioboedi mengatakan, pihaknya menemukan sedikit keterlambatan dosis vaksin di lapangan.
“Stok vaksin kita sekarang ini sudah agak terlambat datang terus, jadi kecepatan dari bekerja teman-teman kita di lapangan itu jauh lebih cepat daripada kedatangan vaksinnya itu dan ini yang kami harapkan Pak Wagub meminta kepada Bio Farma atau Kemenkes supaya kita bisa lebih semangat lagi,” katanya seperti dilansir dari Antara, Sabtu (11/9).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, penyediaan dosis vaksin ini akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai penyedia vaksin dan lembaga terkait lainnya agar tidak terjadi keterlambatan di sentra vaksinasi yang menjadi kendala untuk mempercepat penyuntikan vaksin.
"Nanti kami akan siapkan ya, sesungguhnya vaksin ini siap nanti kita akan koordinasikan supaya kecepatan penyediaan vaksin ini lebih cepat daripada kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Politikus Gerindra itu mengungkapkan, hingga saat ini jumlah warga yang telah divaksin dosis satu di Ibu Kota telah mencapai 10.042.708 jiwa atau melebihi target dari pemerintah. Sementara untuk dosis kedua mencapai 6.721.632 jiwa.
“Target kita sebelumnya 8.815.000, dan kita sudah tingkatkan menjadi 11.426.456. Insya Allah dalam beberapa pekan ke depan kami akan memenuhi target dan kami minta warga Jakarta segera datangi di sentra sentra vaksin,” terangnya.
Peningkatan vaksinasi itu juga diiringi dengan semakin meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19 sebesar 97.9 persen.
Tidak hanya itu, rasio keterisian tempat tidur (bed occupancy rate) juga kembali turun menjadi 13 persen atau 849 dari 6.778 tempat tidur yang tersedia. Kendati demikian, dia menuturkan, semua fasilitas kesehatan tetap disiagakan bila terjadi lonjakan kasus positif.
“Kita minta masyarakat harus hati-hati, kita belajar dari tahun lalu dan banyak dengan negara yang sudah turun tapi karena tidak disiplin, abai kemudian naik kembali,” tutup Riza.