Pelecehan seksual TransJ, pelaku ngaku bisa obati ilmu hitam

Dengan alasan dapat mengobati ilmu hitam, pelaku menggerayangi tubuh korban.

Chazizah Gusnita
Oleh Chazizah Gusnita - Reporter
Pelecehan seksual TransJ, pelaku ngaku bisa obati ilmu hitam
bus TransJakarta. merdeka.com

Korban pelecehan seksual di halte Harmoni oleh 4 petugas Transjakarta, YF sudah beberapa kali pingsan saat menumpangi transjakarta. Dari sinilah YF dan salah satu pelaku, EKL kenal. Sampai akhirnya EKL mengaku bisa mengobati penyakit korban.

"Korban ini sering pingsan di busway. Jadi pelaku bantuin. Di sinilah kenalnya. Sampai kemarin itu Senin (19/1) di halte Harmoni kejadiannya," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Tatan Dirsan kepada merdeka.com, Kamis (23/1).

Menurut Tatan, awalnya korban naik Transjakarta dari RS Islam Cempaka Putih. Di tengah perjalanan, korban tiba-tiba pingsan. Namun tak berapa lama, korban sadar kembali lalu diturunkan di halte busway Harmoni. Di sini korban diterima oleh pelaku EKL. Korban disuruh duduk di dalam halte dekat pintu masuk, lalu dipindahkan ke ruangan genset.

"Lalu dengan salah satu alasan dapat mengobati ilmu hitam akhirnya terlapor EKL meraba tubuh pelapor yang lemas habis pingsan," ujarnya.

Tak lama, datang pelaku lainnya dengan alasan ikut membantu EKL mengobati penyakit korban. Pelaku MK al AKI dan DLS kemudian meraba-raba bagian dada korban. Disusul lagi pelaku ILA yang juga meraba bagian dada korban. Bahkan ILA mengeluarkan kemaluannya.

"Yang diawali dengan memijat pelapor," ungkapnya.

Ke empat pelaku masih diperiksa di Polres Jakarta Pusat. "Mereka diancam 2 tahun," tegasnya.

Rekomendasi