PD Pasar Jaya minta Haji Lulung bantu cari lahan penampungan pedagang Blok G
Merdeka.com - PD Pasar Jaya terus mencari cara agar mendapatkan lahan atau tempat penampungan sementara (TPS) untuk relokasi para pedagang dari Blok G Pasar Tanah Abang yang rencananya akan dirobohkan bulan ini. Lahan milik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau Haji Lulung menjadi opsi tempat penampungan sementara.
Direkur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, untuk menampung kurang lebih 900 pedagang Blok G nantinya tak hanya mengandalkan lahan Haji Lulung. Terlebih menurut Arief, untuk lahan Haji Lulung di sebelah Hotel Pharmin kurang luas untuk menjadi TPS.
"Pak Haji Lulung membantu mencarikan tempat yang lainnya. Itu sebenarnya, saya tuh kalau lahan (Haji Lulung) itu kekecilan tapi Pak Haji Lulung di situ kan teman-temannya ada tuh tetanggaan. Itu yang bantuin kita untuk ngomongin," kata Arief di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/1).
Arief mengungkapkan, untuk menampung 900 pedagang diperlukan lahan dengan luas 3.000 meter per segi. Untuk itu, dia meminta bantuan kepada Haji Lulung mencarikan lahan yang lebih luas dari tanah lahan yang dimilikinya.
"Haji Lulung kita minta tolong. Mungkin Pak Haji Lulung 'Tuh Rief teman gue tanahnya udah gede, lo enggak usah pakai tanah gue lagi, dia udah oke," kata Arief.
Terkait kapan penyediaan lahan untuk tempat penampungan sementara dapat diputuskan, Arief belum dapat memastikan. Namun ia berharap, lahan-lahan yang dijadikan opsi dapat mencapai kata sepakat.
"Mudah-mudahan nih. Yang lagi punya lahan nih lagi liburan nih. Selesai habis tahun baru dan minggu depan kita sudah bisa dapat ya sungai sebenarnya udah bagus lah. Cuma mudah-mudahan ini terjadi kalau nggak kita susah juga," kata Arief.
Nantinya lahan tersebut akan disewa oleh PD Pasar Jaya. Namun untuk berapa harga sewanya Arief enggan membocorkan.
"Jangan di sini, nanti bocor sana jadi yang hargain dia. Saya jadi salah," katanya.
Kapan Blok G dirobohkan Arief sendiri belum bisa memastikan. Karena harus ada beberapa izin yang harus diurus dan diselesaikan. Dan waktu untuk membangun kembali dia mengatakan kurang lebih dua tahun.
"Kita harus urus izin, sebenarnya dari izin selesai kita peroleh ada Izin mendirikan Bangunan (IMB), amdal. Jadi kalau dari titik itu semua selesai, paling pembangunan (kurang lebih dua tahun) lihat aja Pasar Rumput, 2 tahun 2018 jadi," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya