Koridor 13 & Simpang Susun Semanggi baru digunakan usai kantongi SLF

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar Transjakarta koridor 13 rute Kapten Tendean-Ciledug segera mengurus sertifikat laik fungsi (SLF) jembatan layang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini penting untuk menjamin keselamatan selama bus melintas di jembatan layang.

Nurul Afrida
Oleh Nurul Afrida - Reporter
Koridor 13 & Simpang Susun Semanggi baru digunakan usai kantongi SLF
Jalan layang Tendean-Ciledug. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta agar Transjakarta koridor 13 rute Kapten Tendean-Ciledug segera mengurus sertifikat laik fungsi (SLF) jembatan layang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini penting untuk menjamin keselamatan selama bus melintas di jembatan layang yang panjang.Tak hanya koridor 13, hal yang sama juga diminta Djarot untuk Simpang Susun Semanggi. "Dua-duanya ini kita ajukan, segera nanti kami akan koordinasi dengan Pak Menteri. Kalau memang sudah layak ya sudah," kata Djarot di kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/7).Ia menambahkan koridor 13 baru akan digunakan setelah semuanya sudah beres. Baik itu SLF ataupun yang lainnya.Djarot menekankan untuk koridor 13 untuk segera diurus agar cepat selesai dan tidak tertunda. "Makanya waktu pengalaman kemarin saya tekankan untuk segera diurus dan sudah ada rapat ya, dengan sudah tim, dengan tim komite. Komite dari PUPR dari kami tinggal dorong saja," jelas Djarot."Bukan hanya koridor 13. Kami ajukan dua, koridor 13 dan Simpang Baja (Susun) Semanggi yang nanti akan diresmikan tanggal 17 (Agustus), itu juga harus ada dong SLF-nya," tambahnya. Menurut Djarot jika di Simpang Baja Semanggi itu ia akan open traffic di bulan Juli ini, tepatnya di akhir bulan Juli."Jadi sebelum diresmikan tanggal 17, sudah kita coba arus lalu lintasnya. Hari Minggu kemarin waktu masih sepi, saya sempat cek ya, bagus banget, tinggal penyelesaian akhir, udah bagus banget," jelas Djarot. Sebelumnya, Direktur Utama PT Trans Jakarta Budi Kaliwono menuturkan, operasional Transjakarta koridor 13 rute Kapten Tendean-Ciledug belum bisa dilakukan sampai ada sertifikat laik fungsi (SLF) jembatan layang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)."Tapi itu intinya adalah pada saat mengoperasikan sebuah jembatan, ini jembatan panjang, itu harus melalui pengkajian dan perizinan khusus. Ini yang lagi diurus oleh temen-teman Bina Marga,"kata Budi di Balai Kota Jakarta, Senin (19/6).Berpegang pada rencana awal, operasional busway koridor 13 akan dilakukan tepat saat HUT DKI Jakarta 22 Juli 2017. Namun jika SLF belum juga diberikan oleh Kementerian PUPR, maka operasional dipastikan ditunda."Pak Gubernur bilang kalau enggak ada itu (SLF) ditunda ya kami sedang melakukan penjajakan itu semua," katanya.Namun secara armada bus, Budi memastikan semua sudah sangat siap. Namun jika belum mendapatkan izin secara penuh maka belum dapat secara total pengoperasian. "Kecuali uji coba, kalau uji coba boleh boleh saja, kaya sekarang kan kita ukur treknya semua,"Budi mengakui sarana dan prasarana di koridor 13 masih perlu pembenahan. Mulai dari belum terpasangnya loket third style locket atau loket masuk dengan tapping in dan out. Hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC) untuk pembayaran tiket."Mekanisme kita bisa lakukan, kenapa? supaya masyarakat ini bisa dilayani lebih baik, tapi kalau perizinan ini (SLF) tadi Pak Gubernur bersikeras tidak akan mengoperasikan sebelum itu ada," tandasnya.

Rekomendasi