Djarot sebut pengelolaan Kota Tua bisa contek cagar budaya di Rusia

"Makanya tim ahli cagar budaya punya peran berat bagaimana mengintegrasikan penyelamatan ekonomi dan situs-situs cagar budaya. Termasuk tim sidang pemugaran harus menyesuaikan ke depan. Warga bisa berkonsultasi kalau mau merenovasi rumahnya jadi tidak perlu membongkar cagar budaya," jelas Djarot.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Djarot sebut pengelolaan Kota Tua bisa contek cagar budaya di Rusia
Djarot di pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya. ©2017 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat beberapa Minggu yang lalu melakukan kunjungan kerja ke Moskow Rusia. Dalam kunjungan ke Moskow tersebut, Djarot dibuat kagum dengan bangunan kuno bersejarah yang terawat dan terjaga, yang dijadikan obyek wisata untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.Hal ini diungkapnya saat pelantikan Tim Ahli Cagar Budaya dan Tim Sidang Pemugaran, Selasa (15/8) di Balai Agung. Dengan pelantikan Tim Ahli Cagar ini dimaksudkan agar bangunan-bagunan kuno yang bersejarah di Jakarta dapat terjaga keasliannya."Makanya tim ahli cagar budaya punya peran berat bagaimana mengintegrasikan penyelamatan ekonomi dan situs-situs cagar budaya. Termasuk tim sidang pemugaran harus menyesuaikan ke depan. Warga bisa berkonsultasi kalau mau merenovasi rumahnya jadi tidak perlu membongkar cagar budaya," jelas Djarot.Untuk itu, lanjut Djarot, dalam pengelolaan Museum di Jakarta, Pemprov bisa meniru Rusia. Namun bukan hanya untuk pemerintah saja, namun masyarakat juga harus menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah. "Saya diajak makan di tempat-tempat bersejarah, lokasinya bagus, pemerintahnya lebih peduli, masyarakatnya lebih berbudaya dan beradab untuk menghargai, kita enggak, coret-coret sana sini, robihin sana sini," ungkapnya.Sementara bangunan bersejarah yang terdapat di Kota Tua saat ini terus dilakukan renovasi, ini nantinya dapat menjadi tempat warga Jakarta berekresai sekaligus belajar tentang sejarah. Namun Mantan Wali Kota Blitar ini renovasi yang dilakukan tanpa ada pembongkaran dan menghilangkan sejarah dari gedung itu."Silakan di renovasi sesuai aslinya dan itu tolong manfaatkan, itu tempat yang sangat baik untuk wisata kuliner, tempat yang baik untuk pameran, tempat yang sangat baik untuk pagelaran budaya," tandasnya.

Rekomendasi