Dijadikan Pusat Isoter, 24 Pasien Covid Isolasi di Masjid Raya Hasyim Asy'ari Jakbar

24 Pasien Covid-19 menjalani isolasi terpusat di Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Kalideres, Jakarta Barat. Tempat isolasi berkapasitas 200 pasien itu mulai terisi sejak beberapa hari lalu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dijadikan Pusat Isoter, 24 Pasien Covid Isolasi di Masjid Raya Hasyim Asy'ari Jakbar
Prosedur Penanganan Pasien OTG Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

24 Pasien Covid-19 menjalani isolasi terpusat di Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Kalideres, Jakarta Barat. Tempat isolasi berkapasitas 200 pasien itu mulai terisi sejak beberapa hari lalu.

"Untuk Masjid Raya Hasyim Asy'ari berkapasitas 200 orang (pasien) sekarang sudah terisi 24 orang," kata Pelaksana Tugas Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Yudi Dimyati saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (18/2).

Yudi mengatakan, di masjid ini, kesehatan para pasien dipantau oleh tenaga kesehatan (nakes). Pemantauan kesehatan yang dilakukan di antaranya skrining pasien, merujuk pasien jika diperlukan hingga pemulangan pasien yang telah dinyatakan sembuh.

Selain itu, pihak Dinas Kesehatan Jakarta Barat juga mengerahkan beberapa petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat untuk menjaga lokasi isolasi terpusat.

"Kita juga berkoordinasi dengan (Sudin) Perhubungan untuk mengantar pasien dari Puskesmas ke tempat isolasi terpusat," kata dia.

Tampung 200 Pasien

Pihak Dinas Kesehatan Jakarta Barat masih bisa menampung pasien di tempat isolasi terpusat tersebut. Jika pasien isolasi terpusat sudah melebihi 200 orang, pihaknya akan menyiapkan langkah lain agar bisa menampung pasien tersebut.

Pengurus Masjid Raya Hasyim Asy'ari memastikan masyarakat yang ingin memanfaatkan fasilitas masjid untuk menjalani isolasi Covid-19 harus melalui satu pintu, yakni dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat.

"Semua harus satu pintu. Yang menentukan nantinya dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Masjid Hasyim Asyari, Dikki Syafrin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (10/2).

Hasyim menjelaskan, pasien Covid-19 sebelumnya harus menjalani tes PCR di Puskesmas. Puskesmas akan melakukan skrining untuk menetapkan sebagai orang tanpa gejala atau orang dengan gejala.

Rekomendasi