Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Demam Tinggi dan Bercak Merah Dialami 8 Warga Cilandak Diduga Akibat Chikungunya

Demam Tinggi dan Bercak Merah Dialami 8 Warga Cilandak Diduga Akibat Chikungunya Ilustrasi nyamuk. ©Shutterstock/Stocksnapper

Merdeka.com - Beredar kabar delapan warga RT 08 dan 10 RW 02 Jalan Melati Satu, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan jatuh sakit. Diduga mereka sakit karena terpapar virus dari tikus.

Pihak RT setempat mengungkap, awalnya kedelapan warga itu mengalami demam tinggi. Sehari kemudian muncul bercak merah di lengan dan kaki dalam waktu berdekatan disertai ngilu pada tulang.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes Maxi Rondonuwu menyebut gejala demam dan bercak merah pada kulit yang dialami warga Cilandak, Jakarta Selatan, mengarah pada dugaan chikungunya.

"Update untuk di Kelurahan Cipete Selatan, Cilandak, kita sedang lakukan swab ke tikus dalam rangka kewaspadaan dini untuk penyakit yang berpotensi ditularkan tikus," kata Maxi Rondonuwu usai menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 di Lapangan Upacara Kemenkes RI, Jakarta, Jumat (3/6).

Maxi mengatakan, Kemenkes menerima laporan ada delapan warga di RT 08 dan RT 10 RW 02, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, terpapar virus diduga penularannya berasal dari tikus. Menurut Maxi, pasien dilaporkan terpapar sejak April 2022 dan saat ini seluruhnya telah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Maxi mengatakan, tim dari Kemenkes telah melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi kejadian dengan memeriksa spesimen pasien maupun hewan tikus yang diambil lewat swab. "Ternyata delapan penduduk itu lebih cenderung chikungunya," kata Maxi, dikutip Antara.

Namun untuk memastikan lebih lanjut perihal itu, Kemenkes masih menunggu hasil laporan spesimen tikus yang saat ini masih diperiksa tim laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB).

Menkes Minta Masyarakat Meningkatkan Kewaspadaan Terhadap Penyakit

Pada acara yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit yang ditularkan hewan ke manusia melalui pendekatan one health antara lingkungan, manusia dan hewan.

"Beberapa virus memang loncat dari hewan ke manusia. Kita bangun sistem kerja sama dengan Kementerian Pertanian terhadap semua virus yang ada," kata Budi.

Kemenkes dan Kementan akan melakukan surveilance bersama terhadap risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia. "Tidak usah terlalu panik, seperti wabah black death sudah ratusan tahun lalu," tandasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP