Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perusahaan Pembangkit Listrik Bendung Sungai di Purwakarta, 100 Ha Sawah Kekeringan

Perusahaan Pembangkit Listrik Bendung Sungai di Purwakarta, 100 Ha Sawah Kekeringan Sungai CIherang di Desa Salem dibendung perusahaan pembangkit listrik. ©2022 YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel/Merdeka.com

Merdeka.com - Para petani di Desa Salem, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta kesulitan air, akibatnya mereka tak bisa menggarap sawah dan lahan mengalami kekeringan. Penyebabnya, air sungai Ciherang di desa mereka dibendung oleh sebuah perusahaan pembangkit listrik.

Kepada wartawan, Rabu (9/3), Kepala Desa Salem, Epet, mengungkapkan kejadian ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.

“Para petani banyak yang mengeluh tidak bisa 'nyawah' karena sudah dua bulan tidak ada air. Penyebabnya, aliran Sungai Ciherang dibendung untuk dialirkan ke perusahaan listrik,” ujar, dilansir dari ANTARA (10/3)

100 Hektare Sawah Kekeringan

sungai ciherang di desa salem dibendung perusahaan pembangkit listrik

Sungai CIherang di Desa Salem dibendung perusahaan pembangkit listrik ©2022 YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel/Merdeka.com

Epet mengatakan, setidaknya ada puluhan hektare sawah di desanya yang mengalami kekeringan. Jika ditotal dari keseluruhan desa di Kecamatan Pondoksalam, ada sekitar 100 hektare sawah yang tak kebagian air.

Menurutnya, aliran sungai Ciherang yang dibendung digunakan perusahaan pembangkit untuk memproduksi listrik dan dijual ke PLN.

“Sekarang saja masih ada hujan air surut dan tidak sampai ke sawah. Apalagi nanti musim kemarau pasti lebih parah,” ujarnya.

Epet menjelaskan, ada proyek kincir air milik seorang pengusaha asal Jakarta. Listrik yang dihasilkan perusahaan itu kemudian dijual ke PLN. Pengelola membelokkan air sungai ke arah kincir tersebut.

Tindakan itu membuat sawah, yang sudah ada jauh sebelum perusahaan berdiri, tak dapat air. Akibatnya, sawah tidak bisa dikelola.

“Air sungai dibendung jadi sungai kering. Air dibelokin ke kincir terus dibuang jadi tidak ke sawah,” katanya.

Ditegur Dedi Mulyadi

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi yang mendapat laporan sawah di daerahnya kekeringan, langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah ditelusuri, ditemukan jika air dari sungai Ciherang yang dibendung memang dialirkan melalui saluran menuju kincir pembangkit listrik. Sementara aliran sungai yang sudah ada dibiarkan mengering sehingga berimbas pada sawah warga. “Seharusnya perusahaan ada pertimbangan. Pengambilan air untuk kincir tidak mengganggu kepentingan warga untuk pertanian. Seharusnya air bendungan ini bisa bermanfaat untuk warga dan pertanian,” kata Dedi.

Dedi mengaku tak habis pikir dengan ulah perusahaan pembangkit listrik tersebut. Seharusnya, listrik yang dihasilkan dari sumber sekitar bisa langsung dinikmati oleh warga. Terkait keluhan warga Desa Salem tersebut Dedi yang juga Anggota DPR RI itu akan langsung memanggil pemilik perusahaan. Diharapkan setelah pemanggilan, air sungai bisa kembali dimanfaatkan warga seperti sediakala.

“Kita panggil perusahaannya karena tidak boleh memanfaatkan air untuk kepentingan sendiri untuk usaha tapi warga di sini dirugikan. Tidak boleh. Musim hujan saja seperti ini kering apalagi kemarau,” katanya.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP