Tak Terima Pesanan Kamar Ditolak, Sekelompok Orang Aniaya 2 Petugas Hotel di Cikarang
Merdeka.com - Dua orang petugas hotel di kawasan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami tindakan penganiayaan oleh 7 orang pada Minggu, 3 Januari 2020.
Ketika itu AH (38) dan AF (30), yang tengah bertugas malam dianiaya karena menolak pemesanan kamar dari sekelompok orang yang datang pada dini hari tersebut. Penolakan itu berkenaan dengan adanya pembatasan izin operasional dari pemerintah, yang hanya diperbolehkan sampai pukul 21.00 WIB, malam.
Saat itu, AH dan AF mengatakan jika pemesanan tersebut harus meminta izin atasannya terlebih dahulu, namun ketujuhnya merasa tak terima dan langsung menganiaya salah satu korban. Satu korban lain yang mencoba melerai pun turut menjadi sasaran para pelaku yang berada di bawah pengaruh alkohol.
"Kami hanya mengikuti prosedur pemerintah soal jam operasional dibatasi sampai jam sembilan malam. Tapi para pelaku malah menganiaya kami," terang AH, pada Senin (/12/2021) dilansir dari Liputan6.
Salah Seorang Mengaku Anggota TNI
AH mengungkapkan, salah satu pelaku sempat mengaku bahwa dirinya anggota TNI. Pelaku tersebut juga menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada keduanya. Saat itu terdapat juga anggota polisi di lokasi sekitar hotel, namun ketujuhnya masih terus melakukan penganiayaan.
"Sempat juga ada petugas polisi yang datang, tapi pelaku masih terus menganiaya kami berdua. Malah bilang mau bawa kami ke polsek karena perbuatan tidak menyenangkan," ujar AH.
Akibat kejadian tersebut, AH dan AF pun mengalami luka di sekujur tubuhnya, bahkan AH, mengalami luka serius di kepala akibat dihantam lampu taman oleh salah seorang pelaku.
Serahkan Bukti CCTV

Ilustrasi cctv/ Pixabay.com
Saat ini kejadian terebut telah dilaporkan oleh keduanya ke Polsek Cikarang Selatan. Tak lupa kedua korban juga menyerahkan barang bukti CCTV yang merekam tindakan penganiayaan dari para pelaku.
AH dan AF berharap polisi dapat menindaklanjuti dan menangkap ketujuh pelaku tersebut. Sampai berita ini diturunkan pihak kepolisian setempat masih belum ada keterangan terkait kasus penganiayaan ini.
"Apa yang dilakukan para pelaku sudah sangat merugikan saya dan teman saya yang merupakan korban. Padahal kami hanya menjalankan instruksi pemerintah," tuturnya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya