Gratis, Pemkot Tasikmalaya Sediakan Layanan Tes Deteksi Dini DBD untuk Masyarakat
Merdeka.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit banyak menyerang terutama saat musim hujan. Salah satu cara mencegah penyakit tersebut, yaitu dengan mengecek sedini mungkin agar segera tertangani.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menginformasikan bahwa pihaknya menyediakan alat tes spesifik DBD(NS1) yang bisa digunakan warga secara gratis di tiap puskesmas. Layanan ini diberikan sebagai langkah penanganan cepat DBD.
"Alhamdulillah sudah ada NS1 di 22 puskesmas. Kita dibantu Dinkes Provinsi Jabar dan Kemenkes," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa (28/9), mengutip dari ANTARA.
Mengenal Alat NS1

Shutterstock/Gallinago_media
Uus mengatakan, bahwa alat NS1 memiliki bentuk stik sekali pakai yang menyerupai alat tes usap antigen Covid-19. Biaya pemeriksaan menggunakan alat itu sebesar Rp180 ribuan di tempat pelayanan kesehatan.
Namun, di puskesmas Kota Tasikmalaya, Jawa Barat masyarakat bisa mendapat pelayanan itu dengan bebas biaya alias gratis.
"Biasanya kalau diperiksa pakai alat itu biayanya kurang lebih Rp180.000-an, tapi kami di puskesmas tidak memungut biaya ke masyarakat," diungkapkan Uus Supangat.
Digunakan untuk Pasien Terduga DBD
Alat pendeteksi tersebut digunakan bagi pasien yang terduga terjangkit DBD atau memiliki gejala penyakit serupa, seperti demam dan belum diketahui penyebabnya selama tiga hari.
Menurut Uus, pemeriksaan menggunakan alat itu, dinilai lebih akurat untuk mendiagnosa kondisi pasien. Langkah selanjutnya, juga akan dilakukan pemeriksaan trombosit darah pada pasien. "Pemeriksaan NS1 sebagai tes untuk DBD, kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan trombosit," katanya.
Kasus DBD di Kota Tasikmalaya TinggiTerkait kasus DBD di Kota Tasikmalaya yang tersebar di setiap kecamatan tercatat sebanyak 1.625 kasus, sejak Januari sampai September 2022.Angka kematiannya sebanyak 25 orang. Pemkot Tasikmalaya berupaya maksimal untuk menanggulangi kasus DBD, mengingat saat ini sudah masuk musim hujan."Tetap harus waspada karena masih sering turun hujan," katanya.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya