Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat, meminta masyarakat untuk mengenali seputar penyakit hepatitis akut. Disebutkan, penyakit tersebut memiliki gejala-gejala sebagai tanda seseorang terinfeksi.
Kepala Dinkes Kota Bandung Ahyani Raksanagara Rabu (11/5) mengatakan, bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan penyebaran hepatitis perlu diwaspadai. Walau begitu, masyarakat diminta tidak perlu panik.
"Perlu kewaspadaan luar biasa karena sudah dilaporkan di 12 negara. Apakah berdiri sendiri atau penularan berpindah, belum tahu, tapi waspada," kata dia, mengutip ANTARA
Advertisement
Memiliki Gejala Seperti Penyakit Kuning
Menurutnya, gejala hepatitis akun tersebut mirip penyakit kuning. Sedangkan indikasinya antara lain mual, diare, hingga perubahan warna air kencing menjadi seperti warna air teh.
Berdasarkan penuturan Ahyani, penularan hepatitis tersebut diduga masuk melalui mulut sehingga masyarakat perlu mewaspadai makanan yang dikonsumsi. Ia pun meminta masyarakat memilih makanan yang baik sebelum menyiapkan makanan.
"Antisipasi tadi nomor satu, masyarakat harus paham, karena itu bisa terjadi apabila tidak menjaga perilaku kita saat makan, sebelum makan baiknya kita menyiapkan makanan dan memilih makanan," kata dia.
Advertisement
Anak 16 Tahun ke Bawah Diminta Rajin Cuci Tangan
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah melakukan kegiatan sosialisasi ke setiap fasilitas kesehatan di Kota Bandung. Diharapkan ciri-ciri penyakit hepatitis akut bisa diketahui secara luas.
"Kita memberikan sosialisasi ke fasilitas kesehatan supaya tidak gagap kalau ada keluhan seperti itu (hepatitis akut, red.)," katanya.
Untuk saat ini, kata dia, belum ada anak-anak di Kota Bandung yang tertular oleh penyakit tersebut. Para orang tua pun diminta untuk memastikan anak-anaknya rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan.
"Pastikan anak-anak 16 tahun ke bawah untuk rajin cuci tangan sebelum makan, memilih makanan, dan jangan berbagi sendok makan," kata dia