Berawal dari keinginan membuka usaha yang selaras dengan passionnya di bidang seni, seorang warga Kota Tangerang bernama Eric Maelani berhasil membuktikan kesuksesan dengan membuka usaha sablon pakaian. Bahkan produknya diketahui telah melanglang buana ke berbagai daerah, termasuk negara Singapura.
Menurut owner dari produk yang diberi nama Medieval di Jalan Raya Dongkan No 41 Kelurahan Cipondoh Makmur itu, usaha ini Ia kembangkan bersama sang istri. Sejak dirilis enam tahun lalu, berbagai pesanan dari berbagai daerah mulai berdatangan silih berganti.
“Alhamdulillah, brand kita sudah sampai Maluku, NTB dan Ternate. Ini adalah pelanggan kita. Terus yang saya engga nyangka juga ternyata waktu itu sempat ada pelanggan dari Singapura yang pesan Medieval,” tuturnya, sebagaimana dikutip dari laman Pemkot Tangerang, Selasa (5/7).
Advertisement
Jual Kaos dengan Tempa Etnik Indonesia
Sebagai usaha yang bergerak di jasa sablon, brand tersebut menawarkan sejumlah produk gambar seni di dalam kaos melalui metode print digital maupun manual. Harganya sendiri dibanderol dimulai Rp60 ribu hingga Rp95 ribu, sesuai dengan jenis dan kuantitas kaos.
“Sablon manual ada plastisol, rubber, discharge dan lainnya. Sedangkan untuk digital ada poliflex dan DFT. Mau kelas partai atau satuan selalu kita layani dengan prima,” kata Eric.
Selain itu, dirinya juga menjual kaos dengan berbagai gambar bertema etnik yang identik dengan negara Indonesia.
“Selain sablon, kita juga memiliki brand kaos dengan nama Ethnic yang mengusung tema icon khas Indoensia,” lanjutnya.
Advertisement
Selalu Jaga Kualitas
Eric pun membocorkan rahasianya agar produknya bisa tetap diminati oleh para pelanggan, yakni dengan tetap menjaga kualitas mulai dari detail gambar sablon hingga di tahap quality control atau QC.
“Yang pertama kita perhatikan adalah kualitas bahan baku. Seperti jenis kain dan cat. Lalu, pada saat proses kita perhatikan setiap stepnya, hingga QC,” jelasnya.
Untuk saat ini, dirinya menambahkan, jika produk sablon di Medieval terus ia kembangkan bersama sang istri. Saat ini mereka menjual produk sablon dan pakaian bergambar etnic di akun media sosial yang dikelolanya.