298 Gardu Listrik Rusak, Ini 4 Dampak Banjir Bandang yang Melanda Garut Selatan

Luapan sungai itu, merendam 10 desa di tiga kecamatan. Dampaknya, membuat ribuan warga mengungsi. Dilansir dari Liputan6.com, banjir bandang di wilayah Garut Selatan mulai menerjang pada Senin (12/10) pukul 04.00 WIB dini hari.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
298 Gardu Listrik Rusak, Ini 4 Dampak Banjir Bandang yang Melanda Garut Selatan
Banjir di Garut. ©2020 Merdeka.com

Hujan deras yang melanda hampir di seluruh wilayah Kabupaten Garut, sejak Minggu (11/10) malam hingga Senin (12/10) kemarin, membuat tiga sungai besar di Garut Selatan meluap. Di antaranya Sungai Cipalebuh, Sungai Cikaso, dan Sungai Cibera

Luapan sungai itu, merendam 10 desa di tiga kecamatan. Dampaknya, membuat ribuan warga mengungsi. Dilansir dari Liputan6.com, banjir bandang di wilayah Garut Selatan mulai menerjang pada Senin (12/10) pukul 04.00 WIB dini hari.

Tak hanya menyebabkan warga yang mengungsi,banjir bandang yang melanda Garut ini juga memadamkan kurang lebih 298 gardu listrik rusak.

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh dari Liputan6.com, Manajer Pusat Pengendalian dan Operasional Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalop-PB BPBD) Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu menyebutkan jika banjir yang melanda Garut Selatan merendam 110 pemukiman warga.

Luapan beberapa sungai di wilayah Garut bagian selatan. Liputan6.com/©2020 Merdeka.com

Ratusan pemukiman tersebut berada di Kecamatan Cibalong, di antaranya Desa Karyasari, Desa Sagara dan Desa Mekarwangi tergenang air dengan ketinggian rata-rata 50 sampai 80 sentimeter.

Selain itu, ia juga menyebut di Kecamatan Pamengmpeuk ketinggian air di kisaran 100-150 sentimeter, serta dua jembatan terdampak.

"Untuk Kecamatan Cikelet (Kampung Cijambe, Desa Ciambe), hanya akses jalan yang tergenang," ujar Budi dalam keterangan resminya.

Selain merendam pemukiman warga, banjir deras tersebut juga merusak fasilitas warga. Tiga jembatan gantung di Kecamatan Pameungpeuk hanyut dan rusak terbawa luapan air. Banjir tersebut juga memutus akses jalan provinsi dan kabupaten, sehingga tak bisa dilalui oleh kendaraan.

"Kami masih terus melakukan pendataan dan evakuasi para warga," ujar Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Tubagus A Sofyan di Garut, Senin (12/10).

Saat ini, ribuan korban dari ketiga kecamatan telah dikumpulkan di kantor Kecamatan, kantor Koramil dan kantor pemerintah lainnya.

"Untuk data pastinya belum kita asesmen karena kita masih fokus mengevakuasi warga," ujar Tubagus.

Sementara itu, dampak lain yang ditimbulkan akibat banjir adalah pemadaman listrik. Pemadam terjadi karena 298 gardu listrik milik PT PLN (Persero) unit induk distribusi Jawa Barat di Kecamatan Pameungpeuk Garut rusak.

General Manager PLN Unit Jawa Barat, Agung Nugraha menyebutkan, akan melakukan pemantauan terhadap sejumlah lokasi yang terdampak banjir.  Menurutnya, pemadaman dilakukan sebagai upaya pencegahan sengatan listrik.

Agung juga mengimbau warga untuk mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB), mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak dan menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman.

Ia juga meminta masyarakat melapor kepada PLN lewat contact center 123, aplikasi PLN Mobile atau Kantor PLN terdekat, jika masih ada wilayah terdampak banjir yang belum padam.

Rekomendasi