15 Unit Kontrakan di Kabupaten Tangerang Terbakar, Kerugian Pemilik Capai Rp350 Juta

15 unit bangunan kontrakan alami kebakaran di Kampung Tanjung, Desa Suka Asih, Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Senin (10/5). Atas kejadian tersebut, sang pemilik ditaksir mengalami kerugian hingga Rp350 juta.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
15 Unit Kontrakan di Kabupaten Tangerang Terbakar, Kerugian Pemilik Capai Rp350 Juta
Ilustrasi Kebakaran. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Sebanyak lima belas unit bangunan kontrakan alami kebakaran di Kampung Tanjung, Desa Suka Asih, Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Senin (9/5). Atas kejadian tersebut, sang pemilik ditaksir mengalami kerugian hingga Rp350 juta.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Tangerang Abdul Munir, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik.

"Total kontrakan yang terbakar ada 15 kamar, diduga penyebab kebakaran tersebut karena arus pendek listrik atau korsleting listrik," kata di Tangerang, Senin (9/5) dilansir dari ANTARA.

Terjadi Sekitar Pukul 14.00 WIB

Dikatakan Munir, tim Pemadam Kebakaran dari BPBD Kabupaten Tangerang menerima laporan dari warga pada pukul 14.34 WIB.

Usai mendapat kabar, pihaknya langsung meluncur ke lokasi dengan menerjunkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar). Sebanyak 15 personel dari Mako Curug dan Pasar Kemis juga turut disertakan untuk memadamkan api.

"Ada dua mobil Damkar yang dikerahkan dari Mako Curug, Pos Pasar Kemis dengan lima belas personel," katanya.

Tak Ada Korban Jiwa

Sekitar pukul 15.00 WIB, kebakaran tersebut langsung bisa tertangani oleh para petugas yang berjibaku. Para warga di sekitar kontrakan juga ikut membantu memadamkan si jago merah.

"Api dapat dipadamkan sekitar jam 15.00 WIB, sekarang masih proses pendinginan oleh petugas," ujarnya.

Munir menambahkan, dalam peristiwa kebakaran yang melahap belasan kontrakan tersebut tidak ditemukan adanya korban jiwa.

"Korban jiwa nihil, kerugian total sekitar Rp350 juta," kata dia.

Rekomendasi