Kemaro, pulau romantis yang jadi saksi cinta sejati berujung tragis

Pulau ini sempat menjadi saksi bisu cinta yang tak sampai antara putri Sriwijaya dan pangeran China.

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
Kemaro, pulau romantis yang jadi saksi cinta sejati berujung tragis
Pulau Kemaro. ©2015 Merdeka.com/Panoramio/soga soegiarto

Pernahkah Anda mendengar tentang Pulau Kemaro? Kemaro merupakan sebuah pulau mungil yang terbentuk di endapan Sungai Musi. Dilaporkan situs Wonderful Indonesia, pulau tersebut dinamakan Kemaro yang berarti 'kemarau' karena senantiasa kering.Di pulau ini tersebar bangunan-bangunan bernuansa budaya Tionghoa. Namun bangunan yang paling terkenal adalah Kelenteng Hok Tjing Rio dan sebatang pohon cinta yang dipercaya bisa memberikan keberuntungan dalam asmara.Pulau tersebut berkaitan erat dengan legenda cinta tragis antara putri raja Sriwijaya, Siti Fatimah dan Tan Bun Ann, pangeran dari negeri Tiongkok.

Konon orangtua Siti Fatimah meminta barang berharga sebagai mahar pernikahan dari Tan Bun Ann. Sang pangeran lantas meminta kiriman emas dan restu pada orang tuanya dari China.

Photo creditDikirimkanlah beberapa peti berisi barang-barang berharga yang ditutupi sayuran dan buah-buahan awetan agar tidak dicuri perompak. Melihat peti berisi sayuran, Tan Bun An merasa kecewa dan membuang peti itu ke Sungai Musi.Ketika peti terakhir pecah, barulah ia mengetahui adanya uang dan emas di balik sayur-sayuran itu. Lantas ia pun terjun ke sungai untuk memunguti maharnya. Namun ia justru tenggelam tanpa sempat mempersembahkan hadiah tersebut kepada pujaannya.Mendengar calon suaminya tewas, Siti Fatimah pun ikut terjun ke sungai. Sebelum itu, dia dia sempat berkata, "Jika sebuah pohon tumbuh pada sebidang tanah di tempat aku tenggelam, maka itulah saksi cinta kami".

Photo creditTak lama setelah kematian Siti Fatima dan Tan Bun Ann, di Sungai Musi muncul gundukan tanah yang kemudian diyakini sebagai tempat persemayaman terakhir sejoli bernasib tragis tersebut.

Rekomendasi