Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Trump makin unggul, pemilih Republik dukung larangan muslim masuk AS

Trump makin unggul, pemilih Republik dukung larangan muslim masuk AS Bakal Capres AS dari Partai Republik Donald Trump. ©gawker

Merdeka.com - Bakal Calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, semakin unggul dalam konvensi Partai Republik. Survei ABC News/Washington Post menunjukkan ide-ide kontroversial sang taipan properti didukung oleh pemilih Partai Republik.

Dilaporkan, 59 persen pendukung partai berhaluan konservatif ini setuju atas gagasan melarang semua muslim masuk wilayah Amerika Serikat. Padahal, ide Trump itu dikecam oleh sesama politikus Republik, Gedung Putih, dan banyak pemimpin dunia.

Business Insiden melaporkan, Kamis (17/12), hanya 30 persen pendukung Republik yang menganggap pelarangan muslim masuk ke AS sebagai "tindakan yang keliru."

Berkat usulannya yang antimuslim, popularitas Trump sempat meroket di kalangan warga AS konservatif. Survei terakhir menunjukkan dia didukung 41 persen pemilih Partai Republik, jauh meninggalkan rival-rivalnya sesama bakal capres. Dukungan ini jauh di atas Ted Cruz, saingan kuatnya, yang hanya didukung 14 persen.

Pemilih Republik rata-rata terdiri atas orang kulit putih, taat beragama, serta tinggal di kawasan pedesaan atau suburban.

Kendati begitu, survei ini menujukkan publik AS mayoritas masih mendukung umat muslim. Kebanyakan pemilih Partai Demokrat dan kalangan independen menolak keras larangan muslim masuk Negeri Paman Sam dalam jangka waktu tertentu. Dalam survei ini, disebutkan pula bahwa 59 persen responden meyakini bahwa umat muslim di AS mengalami diskriminasi, jauh di atas kalangan yang intoleran.

survei soal larangan muslim masuk as

Salah satu penggagas polling ABC News, Gary Langer, menjelaskan bahwa surveinya menunjukkan kekuatan politik Trump. Yakni meraih simpati mereka yang tak terpapar isu-isu terbaru, kurang dalam pendidikan, dan sebetulnya antipati pada politik. "Kemampuan Trump yang utama adalah merangkul orang-orang di luar politik. Dia bisa membuat mereka mendukung rencanananya, yang bahkan sebetulnya sangat kontroversial," kata Langer.

Dalam survei internal Partai Republik, Trump masih unggul dibanding sesama bakal capres lainnya. Trump selamat dalam survei, kendati pada debat capres Republik terakhir di Las Vegas, dia diserang nyaris semua rivalnya.

Para mantan Gubernur berlatar Republikan, seperti Jeb Bush, Chris Christie, dan John Kasich, menyerang habis-habisan semua ide Trump seandainya nanti bisa memerintah.

"Rencana Trump (melarang sementara muslim masuk AS) akan mengakibatkan dunia Muslim, negara-negara Arab, semakin jauh dari Amerika. Padahal kita membutuhkan mereka untuk bekerjasama menghancurkan ISIS," kata Jeb Bush. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP