Situs porno kakap tawarkan beasiswa, termasuk buat mahasiswa RI

Untuk mendapatkan beasiswa Pornhub senilai Rp 353 juta itu, pelamar cukup menulis esai. Tak perlu berbuat mesum

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Situs porno kakap tawarkan beasiswa, termasuk buat mahasiswa RI
Beasiswa dari perusahaan film porno, Pornhub. ©2015 Merdeka.com

Situs porno besar asal Amerika Serikat, Pornhub, menawarkan program beasiswa senilai USD 25 ribu (setara Rp 353 juta) untuk mahasiswa di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Beasiswa ini diklaim tidak ada kaitannya sama sekali dengan bisnis industri esek-esek. Pelamar juga tidak akan memiliki ikatan apapun dengan pornhub.

Majalah TIME melaporkan, Kamis (3/9), Pornhub, melalui lembaga filantropinya, meminta pelamar beasiswa mengirim esai sepanjang 1.000-1.500 kata, menjelaskan topik 'yang akan anda lakukan untuk membahagiakan orang lain'. Karya tulis ini wajib dilengkapi video berdurasi maksimal 5 menit untuk mendukung strategi membahagiakan orang lain sesuai visi pelamar.

"Anda tidak perlu menjadi bintang film porno untuk memperoleh beasiswa ini," kata Wakil Presiden Pornhub, Corey Price.

Lebih jauh lagi, Corey menjelaskan Pornhub sekadar melakukan kegiatan CSR sebagaimana perusahaan lainnya. "Kami sudah membahagiakan banyak orang setiap hari, sekarang waktunya kami membantu orang lain yang memiliki visi serupa," urainya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perusahaan AS ini tidak membatasi jumlah pelamar. Syarat untuk ikut mendaftar adalah sudah berusia 18 tahun, punya IPK minimal 3,2, serta mengirimkan berkas terkait sebelum 31 Oktober mendatang. Merujuk situs resmi beasiswa Pornhub, pengalaman menjadi pemimpin organisasi atau aktivis sosial punya peluang lebih besar.

Aktivis hak perempuan mengkritik beasiswa yang ditawarkan Pornhub tersebut. Situs yang koleksi videonya ditonton 78,9 miliar kali tahun lalu itu dianggap hendak cuci tangan dari dosa selama ini.

"Industri pornografi mengeksploitasi pekerjanya. Anak-anak muda yang masuk dalam bisnis itu tidak tahu konsekuensi terlibat dalam produksi film porno yang sering menghantui hingga masa tua mereka," kata pegiat antipornografi Dawn Hawkins.

Rekomendasi