Sebuah rumah sakit besar di Israel, Sheba Medical Center mulai menyuntikkan vaksin Covid-19 dosis keempat kepada 150 staf pada Senin, dalam rangka uji coba untuk mengukur apakah booster kedua diperlukan di seluruh negeri.
Sheba Medical Center dalam keterangannya pada Minggu menyampaikan, uji coba ini akan memperjelas kemanjuran dosis keempat dan membantu pembuat keputusan merancang kebijakan kesehatan di Israel dan luar negeri.
Israel melaporkan 1.118 kasus Covid-19 Omicron yang terkonfimasi, di mana jumlah orang yang terinfeksi naik dua kali lipat setiap dua hari.
Dikutip dari Reuters, Selasa (28/12), panel ahli Kementerian Kesehatan Israel merekomendasikan pemberian dosis keempat vaksin Pfizer/BioNTech kepada warga Israel berusia 60 tahun ke atas yang menerima suntikan booster atau penguat sekurang-kurangnya empat bulan lalu.
Namun persetujuan final oleh dirjen kementerian kesehatan masih tertunda di tengah perdebatan publik apakah tersedian informasi ilmiah yang cukup sebagai dasar pemberian booster baru.
Sheba Medical Center tidak menyampaikan berapa lama uji coba itu akan berlangsung.
"Kami akan menguji efek dosis keempat pada tingkat antibodi dan morbiditas dan kami akan mengukur keamanannya," jelas direktur penelitian, Gili Regev-Yochay.
"Kita akan memahami apakah kegunaan pemberian suntikan keempat, dan kepada siapa."
Sebanyak 150 pegawai Sheba Medical Center terlibat dalam uji coba, yang disebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kesehatan, mendapatkan suntikan booster terakhir paling lambat pada 20 Agustus lalu.
Terpisah, kantor Perdana Menteri Israel Naftali Bennet mengatakan, PM dites negatif Covid-19 serelah putrinya yang berusia 14 tahun dinyatakan positif Covid. PM Bennet sedang isolasi mandiri.