Perdana Menteri (PM) Rusia, Dmitry Medvedev tiba-tiba mengundurkan diri pada Rabu setelah Presiden Vladimir Putin mengusulkan perubahan konstitusi demi melanggengkan kekuasannya.
Medvedev menyampaikan, dia mengundurkan diri untuk memberi ruang bagi Putin untuk melakukan perubahan, yang mana jika aturan baru diimplementasikan, akan mengalihkan kekuasaan ke parlemen dan PM - dan dengan demikian memungkinkan Putin untuk berkuasa dalam kapasitas lain setelah berhenti menjadi presiden yang akan berakhir pada 2024.
Medvedev, sekutu lama Putin dan mantan presiden, mengumumkan pengunduran dirinya melalui siaran televisi pemerintah. Saat pengumuman, Medvedev duduk di samping Putin. Putin pun mengucapkan terima kasih atas kinerjanya. Demikian dikutip dari Alarabiya, Kamis (16/1).
Putin mengatakan Medvedev akan mendapat tugas baru sebagai wakil kepala Dewan Keamanan Rusia, dimana Putin menjadi pimpinannya.
Perhatian kini beralih kepada siapa yang akan menjadi PM berikutnya. Sejumlah calon yang digadang-gadang termasuk Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin.
Advertisement
Perubahan yang terjadi kemarin dinilai sebagai awal dari persiapan Putin untuk masa depan politiknya ketika ia meninggalkan kursi kepresidenan pada 2024.
Siapa pun yang Putin pilih sebagai PM pasti akan dipandang sebagai calon pengganti presiden potensial. Hal yang sama terjadi saat Putin mengundurkan diri dari kursi kepresidenan pada 2008 untuk menjadi perdana menteri di bawah Medvedev, yang kemudian mengundurkan diri empat tahun kemudian untuk memungkinkan Putin melanjutkan jabatan kepresidenan.
Menjabat sejak 1999, masa jabatan Putin akan berakhir 2024, yang akan mengakhiri empat periode dia menjabat sebagai presiden.
Putin belum menyampaikan rencananya setelah 2024, namun di bawah konstitusi saat ini, yang menetapkan maksimal dua syarat berturut-turut, Putin dilarang mencalonkan diri lagi.