Muslimah berhijab ditolak kerja di Selandia Baru
Merdeka.com - Muslimah bernama Mona Alfadli, 25 tahun, di Selandia Baru ditolak lamaran kerjanya di sebuah toko perhiasan.
Di toko perhiasan James Pascoe Group itu dia melamar sebagai seorang asisten sales. Namun ketika menyerahkan surat lamarannya dia malah diberitahu manajer bahwa lamarannya itu hanya buang waktu saja kecuali dia mau melepas hijabnya.
"Saya merasa sangat malu sebab butuh keberanian untuk masuk ke toko itu dan berbicara dengan sang manajer soal lowongan kerja yang ada," kata Alfadli kepada koran New Zealand Herald, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (25/7).
Kini perusahaan ini sudah menanggapi peristiwa itu dengan mengeluarkan peringatan kepada seluruh karyawannya. Dalam pernyataannya, perusahaan mengatakan tidak akan memberi toleransi bagi siapa pun yang berburuk sangka.
Menurut koran itu, ini adalah kejadian kedua yang terjadi dalam sembilan bulan. Sebelumnya seorang perempuan juga mengalami nasib sama ketika akan melamar di toko itu. Dia mengajukan keberatan dan akhirnya diberi pekerjaan paruh waktu.
Alfadli mengatakan setelah tiba di Selandia Baru dari Kuwait pada 2008, dia ingin menafkahi keluarganya setelah lulus menempuh pendidikan.
"Saya bisa bekerja apa pun, tapi saya tetap ingin memakai hijab. Saya akan pertahankan identitas saya dan menghormati budaya dan agama saya," kata dia.
Pejabat keuangan perusahaan Kevin Turner mengatakan kepada koran Herald, dia sangat menyesalkan peristiwa itu.
"Manajer itu orang baru di perusahaan, jadi dia belum lama bekerja untuk kami," kata dia.
Turner menuturkan perusahaannya akan meminta maaf atas kejadian itu. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya