Kisah para hawa sewakan rahim di India
Merdeka.com - Kota Anand di Negara Bagian Gujarat, India, telah berubah menjadi tempat peternakan bayi dimana para perempuan wilayah itu meminjamkan rahim mereka untuk membesarkan perkawinan sperma dan sel telur dari pasangan asing. Sewa rahim ini bahkan didukung oleh sebuah klinik resmi.
Klinik Akanksha sudah satu dekade membantu para perempuan bunting. Sekitar 700 bayi telah dilahirkan namun bukan anak mereka. wanita-wanita ini perutnya hanya dipinjam sementara oleh banyak orang barat lantaran praktik sewa rahim di negara mereka terlalu mahal dan ilegal, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Kamis (6/3).
Setiap perempuan mendapatkan uang kompensasi sebesar Rp 90,1 juta per kehamilan. Jumlah uang itu diakui mereka sangat membantu kehidupan warga desa miskin rata-rata hanya berpenghasilan Rp 14 ribu sehari. Sementara biaya melahirkan sekitar Rp 326,2 juta sudah dibayarkan oleh orang tua biologis si bayi.
Sarla Patelia, 40 tahun, warga Desa Manjipura sekitar 25 kilometer dari Anand sudah dua kali melahirkan bayi milik orang asing yakni 2009 dan 2012. Dari kelahiran itu dia mampu membangun rumah dua lantai dan memindahkan keluarganya. Sebelum mempunyai tempat tinggal layak, Sarla mendiami gubuk beratap seng. Dia bahkan mampu membiayai operasi tumor suaminya sebesar Rp 28,2 juta.
"Kami tidak punya pekerjaan sampai saat ini. Sehari-hari hidup dari uang hasil sewa rahim," ujar Sarla.
Neeta Makwara, 30 tahun, warga Desa Nadiad melahirkan bayi lelaki warga asing pada 2008 dan bayi kembar pada 2011. Suaminya yang hanya menarik becak. Uang sewa rahim pertama digunakan oleh suami untuk berfoya-foya, baru pada kelahiran kedua dia bisa membangun rumah tiga lantai dan menyewakan bagian paling bawah tempat tinggalnya. "Lumayan untuk pemasukan bulanan," ujar Neeta.
Sewa rahim ini disahkan di India 12 tahun lalu namun di sejumlah negara seperti Inggris dan Australia ini dilarang. Di Amerika Serikat sebenarnya sudah diperbolehkan namun biayanya lima kali lipat ketimbang di Negeri Hindustan.
Dr. Nayna Patel direktur Klinik Akanksha mengatakan sewa rahim di negaranya menjadi populer selain harga murah, paramedisnya dinilai sudah mampu melakukan itu, serta teknologi yang baik. "Perempuan di sini juga dikenal gaya hidup ketimuran. Mereka tidak suka menenggak minuman beralkohol, merokok, dan memakai narkotika," ujar Dr. Nayna.
Pasangan Inggris memiliki anak dari sewa rahim di India mengatakan mereka nyaman menyewa rahim para wanita India. Selain kesadaran akan hak asasi, para perempuan ini tidak merasa dipaksa. Mereka juga mengaku merasa punya kedekatan emosional dengan si ibu yang melahirkan bayinya. Suami-istri enggan menyebutkan namanya ini bahkan menangis saat perempuan dia sewa rahimnya mengunjungi anak mereka.
Tidak sulit menemukan perempuan ingin menyewakan rahimnya di India. Mereka antre namun calon potensial ini tetap harus melewati beberapa tes kesehatan dari klinik yang sudah dirujuk.
Soal kemungkinan hubungan emosional antara ibu dan anak yang dikandungnya, Dr. Jatin Shah juga membantu aktor Bollywood Shah Rukh Khan melahirkan anaknya lewat rahim pinjaman mengatakan, dia belum mendengar satu kasus pun wanita yang dipinjam perutnya ogah memberikan bayi dikandung dia. Ini lantaran si bayi bukan dari benih suaminya sendiri. "Mereka menginginkan uangnya, bukan bayinya. Itu sebab mereka ikhlas memberikan meski harus mengandungnya sembilan bulan," ujar Dr. Shah. (mdk/din)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya