Indonesia menyayangkan keputusan AS hentikan bantuan untuk UNRWA

"Kita tentu menyayangkan AS menghentikan kontribusinya kepada UNRWA. Padahal dengan bantuan itu, AS sudah memainkan peran penting karena dana yang didapat disalurkan langsung kepada para pengungsi Palestina khususnya perempuan dan anak-anak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nassir.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Indonesia menyayangkan keputusan AS hentikan bantuan untuk UNRWA
Pengungsi Palestina. ©AFP PHOTO

Pemerintah Indonesia menyayangkan langkah Amerika Serikat dalam menghentikan bantuan dan kontribusinya kepada UNRWA. UNRWA sendiri merupakan badan bantuan yang dikhususkan bagi para pengungsi Palestina.

"Kita tentu menyayangkan AS menghentikan kontribusinya kepada UNRWA. Padahal dengan bantuan itu, AS sudah memainkan peran penting karena dana yang didapat disalurkan langsung kepada para pengungsi Palestina khususnya perempuan dan anak-anak," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nassir atau Tata, saat menggelar jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Indonesia sendiri terus berkomitmen untuk memberikan bantuan dana kepada badan PBB tersebut. Bahkan, pemerintah terus membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan dalam negeri baik itu NGO atau dermawan untuk berpartisipasi dalam pemberian dana itu.

"Baru pada Agustus kemarin Indonesia melakukan kontribusi bantuan kepada UNRWA sebesar USD 200.000. Kalau tidak salah kontribusi AS bisa mencapai lebih dari USD 300 juta," ungkap Tata.

Selain itu, kata Tata, Indonesia juga mengajak komunitas internasional untuk terus aktif memberikan bantuan kepada UNRWA. Meski saat ini situasi ekonomi sedang tidak menentu. Indonesia berharap agar program pendanaan kepada UNRWA terus berjalan sehingga program penting badan tersebut bisa diteruskan.

Rekomendasi