Ibu Negara Ukraina Kecam Rusia karena Lakukan 'Pembunuhan Massal' Warga Sipil

Ibu negara Ukraina, Olena Zelenska melontarkan pernyataan keras terkait invasi Rusia, mengecam "pembunuhan massal" warga sipil di negaranya.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ibu Negara Ukraina Kecam Rusia karena Lakukan 'Pembunuhan Massal' Warga Sipil
Istri Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Olena Zalenska. ©Ukrainian Presidency/BBC

Ibu negara Ukraina, Olena Zelenska melontarkan pernyataan keras terkait invasi Rusia, mengecam "pembunuhan massal" warga sipil di negaranya.

Dia fokus pada kematian anak-anak, menyebut nama tiga anak yang tewas dalam gempuran Rusia.

Zelenska mengatakan Ukraina ingin damai tapi akan mempertahankan perbatasan dan identitasnya.

Keberadaan Zelenska (44) tidak diketahui, dan suaminya, Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan keluarganya menjadi target pasukan Rusia.

Dalam sebuah surat terbuka yang diterbitkan situs web presiden Ukraina pada Selasa malam dalam bahasa Inggris, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, Zelenska mengatakan dia menerima banyak permintaan untuk wawancara dan suratnya bisa dianggap sebagai jawaban.

Dikutip dari BBC, Kamis (10/3), dia mengatakan invasi Rusia "sulit dipercaya. Negara kami damai; kota-kota, daerah-daerah, dan desa-desa penuh kehidupan".

"Faktanya, ini adalah pembunuhan massal warga sipil Ukraina," ujarnya.

"Mungkin hal paling mengerikan dan menghancurkan dari invasi ini adalah kematian anak-anak," lanjutnya.

"Alice yang berusia delapan tahun tewas di jalan Okhtyrka saat kakeknya berusaha melindunginya. Atau Polina dari Kiev, dia tewas dalam gempuran (Rusia) dengan orang tuanya."

"Arseniy yang berusia 14 tahun dihantam reruntuhan di kepalanya, dan tidak bisa diselamatkan karena ambulans tidak bisa menjemputnya tepat waktu karena penembakan yang terus berlangsung."

"Ketika Rusia mengatakan ini bukan perang terhadap warga sipil, pertama-tama saya menyerukan nama anak-anak yang terbunuh ini."

Zelenska mengatakan ada puluhan anak yang lahir dalam beberapa pekan terakhir yang tidak mengenal apa itu perdamaian.

Tapi, lanjutnya, Presiden Rusia Vladimir Putin meremehkan Ukraina, rakyatnya, dan patriotismenya.

"Saat para penyebar propaganda Kremlin sesumbar bahwa orang Ukraina akan menyambut mereka dengan bunga sebagai penyelamat, mereka dijauhi dengan bom molotov," ujarnya.

Dia juga berterima kasih kepada orang-orang di seluruh dunia atas dukungan mereka, dan menyerukan Barat "menutup wilayah udara, dan kami sendiri yang akan melakukan perang di darat".

Zelenska menutup pernyataannya dengan permohonan kepada media untuk "tetap menunjukkan kebenaran".

"Jika kita tidak menghentikan Putin, yang mengancam untuk memulai perang nuklir, tidak akan ada tempat aman di dunia ini untuk setiap diri kita. Kita akan menang. Karena persatuan kita. Persatuan menuju cinta untuk Ukraina."

Rekomendasi