Di Tengah Krisis Venezuela, Rusia Kirim 2 Jet Pengebom Dukung Presiden Maduro
Merdeka.com - Pemerintah Rusia telah mendaratkan dua unit jet pengebom nuklir Tupolev Tu-60 Blackjack di Venezuela. Mereka beralasan hal itu sebagai bagian dari latihan gabungan kedua negara.
Namun, menurut para ahli, kegiatan itu dirancang untuk menunjukkan kekuatan militer Rusia yang semakin meningkat, sekaligus mendukung presiden Venezuela saat ini, Nicolas Maduro.
Dikutip dari The Guardian pada Selasa (11/12), pesawat Tu-160 mendarat di Bandara Internasional Simon Bolivar di dekat Caracas pada Senin pagi. Tu-60 adalah pesawat pengebom strategis andalan Rusia. Pesawat ini dilaporkan juga pernah digunakan dalam konflik di Suriah.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dua jet pembom itu adalah bagian dari armada terbaru yang lebih besar, termasuk pesawat angkut militer An-124 dan pesawat jet penumpang Il-62, yang telah terbang lebih dari 10.000 kilometer ke Venezuela.
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino López, mengatakan kedatangan pesawat pembom itu murni untuk latihan bersama, dan tidak dimaksudkan sebagai provokasi.
"Kami adalah pembuat perdamaian, bukan perang," katanya seperti dikutip oleh lembaga penyiaran negara, Venezolana de Television (VTV).
Duta besar Rusia di Caracas, Vladimir Zaemskiy, mengatakan kepada VTV bahwa kegiatan itu mencerminkan kemitraan militer yang telah berkembang di antara kedua negara.
Venezuela mulai menjalin hubungan diplomatik dengan Rusia di akhir masa kepemimpinan Hugo Chavez pada 2005. Namun, beberapa pengamat mengatakan bahwa latihan militer bersama kemungkinan dirancang Maduro untuk mengirim sinyal ke AS bahwa Venezuela tetap memiliki dukungan internasional.
"Latihan militer Rusia yang melibatkan Venezuela bukanlah hal baru, tetapi kemungkinan ada pesan khusus saat dilakukan sekarang," kata Harold Trinkunas, pengamat politik Amerika Latin dari Stanford University.
Trinkunas mengatakan penempatan itu "kemungkinan besar adalah sinyal dukungan untuk rezim Maduro ketika Rusia dan Venezuela sama-sama bersitegang dengan Amerika Serikat".
"Rusia juga dikabarkan telah tertarik untuk menggunakan kemampuan militer jangka panjangnya dalam beberapa tahun terakhir, dan kunjungan semacam itu ke Venezuela memenuhi fungsi tersebut," tambahnya.
Saat ini kondisi Venezuela karut-marut dihajar krisis ekonomi. Jutaan orang meninggalkan negara yang pernah kaya raya akibat minyak itu. Tingginya pengeluaran negara dan menurunnya harga minyak dunia menyebabkan Venezuela jatuh miskin.
Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo
Sumber: Liputan6.com
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya