Pemerintah China akan mengizinkan para pasangan memiliki tiga anak, menurut kantor berita pemerintah Xinhua, pelonggaran terbaru dari kebijakan keluarga berencana yang ketat sebagai upaya untuk menghindari krisis demografis.
Pemimpin tertinggi Partai Komunis China membuat keputusan tersebut dalam sebuah rapat pada Senin, sebuah langkah yang dirancang untuk melawan populasi manula di negara tersebut.
Dalam laporannya, Xinhua tidak menyebut kapan kebijakan baru ini akan mulai diimplementasikan.
Dikutip dari CNN, Senin (1/6), keputusan ini ditetapkan hanya tiga pekan setelah Beijing menerbitkan sensus 2020, yang menunjukkan populasi China tumbuh pada angka terendah dalam beberapa dekade.
Menurut Badan Statistik China, populasi naik hanya 5,38 persen selama satu dekade terakhir, yang merupakan angka pertumbuhan terendah sejak 1960-an.
Kebijakan satu anak China diperkenalkan pada 1979 dan selama lebih dari 35 tahun membatasi pasangan hanya memiliki satu keturunan karena negara tersebut berusaha mengatasi kelebihan populasi dan mengentaskan kemiskinan.
Perekonomian China meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan demografinya perlu diubah. Saat ini, pemerintah bergantung pada angkatan tenaga kerja muda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tingkat tinggi.
Untuk mencegah krisis demografi, pada 2015 pemerintah China mengumumkan akan memperlonggar pembatasan kelahiran dan mengizinkan dua anak per keluarga. Namun kebijakan itu gagal meningkatkan angka kelahiran, yang turun hampir 15 persen tahun ke tahun pada 2020.
Beberapa pasangan mengatakan meningkatnya biaya hidup di China menjadi sulit untuk memiliki dua anak.
Pada saat bersamaan, populasi lansia China meningkat dengan cepat, membahayakan pertumbuhan ekonominya. Data sensus 2020 menunjukkan proporsi penduduk berusia di atas 65 tahun meningkat pesat selama dekade terakhir, dari 8,87 persen pada 2010 menjadi 13,5 persen pada 2020.
Pemerintah China juga telah membahas menaikkan usia pensiun sebagai upaya untuk mengatasi angkatan kerja yang menua. Saat ini pria pensiun pada usia 60, sementara perempuan dapat berhenti bekerja pada usia 55 untuk karyawan kerah putih.