Pemerintah Chile pada Kamis mengonfirmasi kemungkinan tak ada penumpang selamat dari jatuhnya pesawat Hercules milik Angkatan Udara (AU). Pesawat tersebut jatuh pada Senin lalu saat menuju pangkalan militer di Antartika membawa 36 penumpang dan kru.
"Kondisi reruntuhan pesawat yang ditemukan menjadikan hampir tidak mungkin ada yang selamat dari kecelakaan udara ini," kata Kepala AU Chile, Arturo Merino saat konferensi pers di Punta Arenas, dilansir dari AFP, Jumat (13/12).
Merino, didampingi Menteri Pertahanan Alberto Espina dan pejabat lainnya, mengonfirmasi laporan bahwa dalam penemuan puing-puing di laut, ada juga potongan tubuh dari penumpang pesawat jenis C-130 tersebut.
Selain itu tim pencarian juga menemukan puing dari perlengkapan pendaratan, sistem bahan bakar, sayap dan sebuah roda, bersama dengan dua tas, sebuah ransel dan sepatu.
Tim pencarian menyisir perairan sampai ujung selatan Amerika Selatan untuk mencari pesawat pengangkut C-130 Hercules, yang menghilang Senin malam. Pesawat tersebut berisi 36 orang; 21 penumpang dan 17 kru, yang akan menuju pangkalan Presidente
Eduardo Frei di Selat Drake, Antartika.
Sebagian besar adalah personil angkatan udara, dan tiga orang dari militer, dua dari perusahaan konstruksi swasta dan seorang pejabat dari Universitas Chile.
Advertisement
Kumpulkan Sampel DNA
Presiden Sebastian Pinera menyampaikan belasungkawa di Twitter dan mengatakan pemerintah akan melakukan segala hal yang memungkinkan untuk menemukan jawaban atas tragedi tersebut.
Pejabat mengatakan puing-puing pesawat ditemukan sekitar 30 kilometer dari titik dimana pesawat Hercules C-130 itu hilang kontak. Sebanyak 23 pesawat dan 14 kapal dikerahkan dalam misi pencarian.
Pemerintah mengatakan tengah menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat tersebut.
"Ketika 38 rekan sebangsamu meninggal, hal terkecil yang bisa dilakukan adalah menemukan kebenaran," kata Espina.
Pesawat tersebut tidak memberi sinyal darurat sebelum menghilang, mengindikasikan kecelakaan terjadi tiba-tiba.
"Kurangnya sinyal darurat atau transmisi lokasi darurat pesawat menunjukkan bahwa suatu peristiwa terjadi selama penerbangan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan," kata spesialis industri udara Stephen Wright dari Universitas Tampere Finlandia kepada AFP.
Sejarah pemeliharaan pesawat juga akan berada di bawah pengawasan ketat, karena diproduksi pada tahun 1978, katanya.
Pihak berwenang di Punta Arenas mulai mengambil sampel DNA dari anggota keluarga korban untuk membantu mengidentifikasi korban.
Kapal Angkatan Laut Brasil juga menemukan puing-puing, sekitar 280 mil laut dari pelabuhan Ushuaia, Argentina selatan, kata Presiden Brasil Jair Bolsonaro di Twitter.
Kapal dan pesawat dari Amerika Serikat, Uruguay dan Argentina sedang menyisir hampir 385 mil di sekitar posisi terakhir di Selat Drake, di selatan Cape Horn.
Vatikan mengatakan Paus Fransiskus terus memantau situasi ini dengan cermat dan mendoakan keluarga dan korban.