Atlet basket Jepang ketahuan sewa PSK di Jakarta diskors tak bertanding setahun
Merdeka.com - Empat atlet basket Jepang yang dipulangkan dari ajang Asian Games 2018 karena menyewa PSK di Jakarta dilarang bertanding selama setahun. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Bola Basket Jepang, Yuko Mitsuya.
"Para pemain itu akan dilarang dari turnamen resmi selama setahun. Sebab aksi mereka telah merusak kehormatan dan kepercayaan dunia olahraga Jepang," kata Mitsuya, dikutip dari Asia One, Kamis (30/8).
"Namun demikian mereka tetap diizinkan untuk ambil bagian dalam latihan," tambahnya.
Keempat atlet tersebut adalah Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato dan Keita Imamura. Mereka tertangkap basah saat hendak menyewa PSK di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Ironisnya, mereka melakukan aksi itu saat sedang mengenakan seragam nasional.
Keempatnya diyakini ditawari oleh seorang germo untuk pergi ke sebuah hotel dan memakai jasa PSK. Ternyata aksi mereka ketahuan oleh seorang reporter dari surat kabar Asahi Shimbun.
Usai tepergok melakukan tindakan tidak pantas itu, mereka pun dipulangkan secara tidak terhormat.
Dalam konferensi pers yang digelar setelah keempatnya kembali ke Tokyo, mereka menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya.
"Saya sangat meminta maaf atas tindakan ceroboh yang telah mempermalukan bukan saja penggemar bola basket tetapi juga seluruh rakyat Jepang," ungkap Sato.
Ini bukan kali pertama atlet Jepang terlibat masalah pada perhelatan yang sama. Pada ajang Asian Games 2015 lalu, para pejabat dipaksa memulangkan atlet renang bernama Naoya Tomita setelah tertangkap basah mencuri kamera milik wartawan dari dek kolam renang.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya