YLKI sebut standar keamanan taksi online masih minim

Kamis, 22 Maret 2018 17:50 Reporter : Merdeka
YLKI sebut standar keamanan taksi online masih minim Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. ©2017 Merdeka.com/anggun

Merdeka.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai standar keamanan dan keselamatan taksi online saat ini masih minim.

Para pengguna taksi online memiliki risiko keselamatan yang tinggi karena pengemudi bisa mendapatkan data pribadi konsumennya dengan mudah, seperti nomor telepon hingga lokasi tempat tinggalnya.

"Saya berangkat dari kasus kemarin, ketika seorang wanita bernama Siska dibunuh oleh supir taksi online. Ini klimaks, bahwa taksi online tidak aman bagi penggunanya. Jadi kalau dulu masyarakat konsumen mengatakan naik taksi online lebih aman dan nyaman, itu sudah jadi mitos belaka," ucapnya di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Selain itu, sistem taksi online tidak memiliki standar keamanan dan keselamatan yang baku. Hal itu terbukti dengan tidak disediakannya akses keluhan penumpang yang cepat tanggap, sehingga menyulitkan konsumen menyampaikan aspirasinya.

Operator taksi online pun tidak punya standar rekrutmen pengemudi yang baik, terlihat dari mentalitas para driver-nya yang buruk layaknya preman. "Ada yang ngomong supirnya bau rokok lah, balsem, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Permenhub seharusnya mengatur lebih keras dan kuat lagi untuk bisa melindungi konsumen," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizki Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini