YLKI: Kantong Plastik Berbayar Tak Akan Efektif Kurangi Penggunaan
Merdeka.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mulai hari ini akan menerapkan kantong plastik belanja berbayar di sekitar 40.000 toko ritel. Harga yang akan dikenakan bervariasi mulai dari Rp 200 per lembar.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, pengenaan kantong plastik berbayar Aprindo tidak akan efektif untuk mengurangi penggunaan kantong plastik oleh konsumen. Sebab, nominal Rp 200 per kantong tidak akan mengganggu daya beli konsumen.
"Sekalipun konsumen membeli dengan 5 sampai 10 kantong plastik saat belanja, konsumen hanya akan mengeluarkan Rp 1.000 sampai Rp 2.000. Sebuah angka nominal yang tidak signifikan," ujar Tulus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (1/3).
Tulus mengatakan, seharusnya langkah Aprindo terkait pengenaan kantong plastik berbayar harus lebih progresif lagi, yakni menggunakan kantong plastik ber-SNI, sesuai rekomendasi oleh BSN dan KLHK, yaitu kantong plastik yang mudah terurai oleh lingkungan.
"Masifnya penggunaan kantong plastik memang sudah sangat mengkhawatirkan. Sudah seharusnya pemerintah, pelaku usaha, produsen dan konsumen bersinergi untuk secara radikal mengurangi penggunaan kantong plastik," jelasnya.
Tulus melanjutkan, pengenaan kantong plastik berbayar sebaiknya tidak hanya menyasar retailer modern tetapi juga pasar tradisional. Selain itu, pembungkus plastik untuk kemasan makanan, minuman dan kosmetik juga harus diatur sebab merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan.
"Jadi, bukan hanya menyasar retailer modern saja, tetapi pasar-pasar tradisional, misalnya dimulai dari PD Pasar Jaya. Dan, terakhir, bukan hanya kantong plastik saja, tetapi pembungkus plastik untuk kemasan makanan, minuman, kosmetik pun harus berbasis ramah lingkungan. Karena sampah pembungkusnya itulah sumber pencemaran lingkungan yang sejati," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya