Wawancara Dirut KAI, Jalur Kereta Mati di Jawa Barat Bakal Diaktifkan Kembali

Jumat, 17 Mei 2019 09:30 Reporter : Anggun P. Situmorang
Wawancara Dirut KAI, Jalur Kereta Mati di Jawa Barat Bakal Diaktifkan Kembali Jalur Kereta Api. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Merdeka.com berkesempatan untuk melakukan wawancara khusus dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro. Dalam kesempatan ini, dia menjelaskan fokus PT KAI di 2019, yakni reaktivasi jalur kereta mati di Indonesia.

Saat ini, reaktivasi akan dilakukan di jalur kereta mati di Jawa Barat, dan tahun ini akan dimulai di rute Cibatu-Garut. Berikut wawancara lengkap mengenai rencana ini.

Tanya: Fokus reaktivasi jalur mati tahun ini?

Jawab: Kami sedang fokus melakukan reaktivasi jalur mati, yakni di Jawa Barat ada 4 yang akan direaktivasi. Seperti akses menuju Garut ini kita berharap tahun ini selesai. Sehingga masyarakat Garut bisa langsung ke Jakarta naik kereta api.

Dan nanti juga akses dari Banjar ke Pangandaran itu kan trek mati, mudah mudahan bisa direaktivasi sehingga orang Pangandaran nanti mau ke Bandung atau Jakarta bisa naik kereta dengan mudah.

Kemudian juga Rancaikek Tanjung Sari, ini melewati jalur kampusnya ITB itu di depannya persis. Sekarang kalau kita hidupkan maka masyarakat mahasiswa tidak perlu lagi harus tinggal di situ jadi bisa di Bandung tinggal naik kereta.

Terakhir Bandung-Ciwidei, ini juga treknya mati. Mau dihidupkan kembali. Doakan semoga ini bisa selesai seluruhnya sehingga bisa kita lihat masyarakat didaerah pun mereka akan maju tingkat sosial dan ekonomi nya. Karena aksesnya menjadi mudah.

Tanya: Baru di Jawa Barat belum ke luar Jawa?

Jawab: Salah satunya Jawa Barat termasuk nanti daerah yang sedang kita siapkan jalur dari Ambarawa, Runtang sekarang kan sudah ada jalur yang di reaktivasi kemudian jalur mati di DAOP IV bisa direkativasi.

Tanya: Kendalanya apa dalam hal reaktivasi?

Jawab: Pertama, biaya. Kita pikirkan apakah kita mampu. Kedua, beberapa jalur itu sudah ditempati masyarakat. Misalnya yang di Garut itu sudah dibikin sawah dan kebun sehingga harus ada komunikasi yang baik dengan masyarakat. Tidak seolah olah masyarakatnya di buang atau digusur begitu saja. Sehingga nanti yang dihasilkan masyarakat tumbuh kereta api juga bisa memberikan pelayanan sehingga apa yang diinginkan pemerintah membangun daerah yang tidak terjangkau itu bergerak cepat.

Tanya: Berarti nanti selain jalur, ada reaktivasi stasiun?

Jawab: Iya, jadi stasiun yang dilalui mati. Juga Ditjen KA itu merekativasi jalur Cianjur ke Purwakarta karena dari Bogor-Sukabumi-Cianjur kan sudah jalan keretanya. Dari Cianjur menuju Padalarang mati, ini mau direaktivasi. Jadi orang Bogor kalau mau ke Bandung tidak perlu ke Gambir. Karena ada Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung. Jadi bisa mengurangi kepadatan. Karena di kereta api tidak ada definisi macet.

Tanya: Berapa stasiun yang akan rekativasi?

Jawab: Tergantung jalurnya. Misalnya Garut ada 3. Banjar Pangandaran itu juga. Lalu ada terowongan.

Tanya: Biayanya berapa?

Jawab: Cibatu-Garut kira kira 18 Kilometer (Km) jadi paling paling Rp 1 triliun hingga RP 1,5 triliun. Nanti kita hitung apakah ini dari KAI sendiri mampu membangun kalau mampu ya dari KAI sendiri. Tetapi kalau tidak ya kita tunggu programnya pemerintah. Program membuat jalur baru melalui APBN. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini