Waspada Inflasi Meroket Usai Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker

Selasa, 17 Mei 2022 20:33 Reporter : Anisyah Al Faqir
Waspada Inflasi Meroket Usai Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker pertumbuhan ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengizinkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka. Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira menyebut kebijakan serupa juga telah dilakukan di Uni Eropa.

"Baru-baru ini Uni Eropa juga tidak mewajibkan masker di bandara dan di dalam pesawat," kata Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (17/5).

Di Uni Eropa, kebijakan pelonggaran penggunaan masker disambut positif masyarakat setempat. Walhasil, pemesanan tiket penerbangan meningkat tajam.

"Langkah ini langsung mendapat respons kenaikan tajam permintaan kursi penerbangan di Eropa," kata dia.

Bhima pun berharap, pemerintah mengeluarkan kebijakan lanjutan jika dirasa penyebaran virus semakin terkendali.

"Harapannya pemerintah Indonesia juga segera melonggarkan aturan di transportasi umum, apabila indikator pandemi covid-nya membaik," kata dia.

2 dari 2 halaman

Inflasi Diprediksi Makin Tinggi pada Semester II-2022

Di sisi lain, Bhima mengingatkan adanya pelonggaran kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan inflasi yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini. Sebab kelas menengah atas akan kembali melakukan konsumsi yang jauh lebih tinggi.

"Yang perlu diwaspadai adalah kenaikan inflasi karena kelas menengah atas mulai belanja sehingga dorongan inflasi di semester ke II jauh lebih tinggi," kata dia.

Untuk itu, pemerintah diminta untuk membuat strategi khusus melindungi masyarakat kelas bawah dari ancaman inflasi. Lebih lanjut dia menjelaskan, dari sisi produsen, mereka telah mengalami inflasi.

"Dari sisi produsen sebenarnya sudah terjadi inflasi 9 persen per kuartal I 2022," kata dia.

Sehingga saat ini para produsen tengah menantikan momentum yang tepat untuk menaikkan harga produk. Momen yang dimaksud yakni saat permintaan dari masyarakat kembali tinggi.

"Jadi mereka tunggu momen masyarakat belanja kemudian harga disesuaikan naik," kata dia mengakhiri.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini