Warga Miskin Indonesia Bertambah 13 Juta Orang, Bagaimana Solusi dari Pemerintah?

Jumat, 30 September 2022 10:24 Reporter : Idris Rusadi Putra
Warga Miskin Indonesia Bertambah 13 Juta Orang, Bagaimana Solusi dari Pemerintah? Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sebanyak 13 juta masyarakat kelas menengah bawah di indonesia yang turun level menjadi miskin. Hitungan ini merujuk pada laporan world bank East Asia and The Pacific Economic Update October 2022, Jumat (30/9).

Penambahan masyarakat miskin di Indonesia karena adanya perubahan basis perhitungan yang dilakukan world bank yakni berdasarkan purchasing power parities (PPP) 2017, sementara basis perhitungan yang lama PPP 2011.

Pada PPP 2017, bank dunia menetapkan garis kemiskinan ekstrem yaitu USD 2,15 per orang per hari. Sebelumnya di PPP 2011 hanya USD 1,90 per hari.

Kesempatan berbeda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya menyebutkan bahwa anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menjadi instrumen pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia pada 2023.

“Upaya kita mengidentifikasi masyarakat miskin melalui survei Registrasi Sosial dan Ekonomi (Regsosek) sehingga semua instrumen APBN kita bisa jauh lebih fokus kepada kelompok miskin,” katanya.

Sri Mulyani menjelaskan instrumen APBN akan semakin optimal dalam menekan angka kemiskinan dengan upaya perbaikan data yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu melalui Regsosek.

2 dari 3 halaman

Perbaikan Data

Menurutnya, perbaikan data ini akan membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial maupun dana desa dan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik kepada masyarakat secara lebih akurat.

Terlebih lagi, upaya penurunan angka kemiskinan ini juga menjadi tanggung jawab dan target dari seluruh kementerian, lembaga, dan daerah.

“Kalau kita punya langkah yang sama kita berharap ini bisa menurunkan secara jauh lebih sistematik dan akuntabel,” tegasnya.

3 dari 3 halaman

Target 2023

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menambahkan, target kemiskinan dalam indikator pembangunan tahun 2023 mencapai sekitar 7,5 persen sampai 8,5 persen.

Febrio optimistis target tersebut akan tercapai selama didukung oleh kebijakan-kebijakan yang kuat termasuk perlindungan sosial seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa komitmen menekan angka kemiskinan bukan hanya upaya dalam jangka pendek melainkan jangka panjang karena pemerintah harus mempertebal daya tahan masyarakat.

"Ini tentu membutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang sangat erat, mulai dari pusat sampai daerah," kata Febrio. [idr]

Baca juga:
Warga Miskin Indonesia Bertambah 13 Juta Orang
Dedi Mulyadi Robohkan Rumah Janda di Purwakarta Sebelum Ngantor ke DPR
Ada Ancaman Resesi, Kemiskinan RI Bisa Turun Hingga 7,5 Persen?
Tak Mampu Bayar Ambulans, Istri Payungi dan Tangisi Jenazah Suami di Mobil Pikap
Kemiskinan Berpotensi Naik Capai 10,3 Persen Akibat Kenaikan Harga BBM
DPR Soal Konversi Kompor Listrik: Jangan Tambah Beban Masyarakat Miskin
Solo Disebut Kota Termiskin di Jateng, Gibran: Terima Kasih, Kita Genjot Lagi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini