Wamen BUMN Sindir Telkom Lamban Berinovasi Ikuti Zaman
Merdeka.com - Wakil Menteri BUMN 1, Budi Gunadi Sadikin (BGS) mencibir Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menurutnya belum banyak mengantisipasi kecepatan perubahan zaman. Dia khawatir perusahaan bersangkutan pertumbuhannya mati karena tak bisa beradaptasi.
BGS memberi contoh salah satu BUMN besar yakni PT Telkom Indonesia yang profitnya di atas Rp20 triliun. Namun perusahaan tersebut secara revenue terhitung flat dengan ebitda makin terdepresi.
"Saya tanya mereka (Telkom), rencana ke depan seperti apa. Saya bilang, saya punya HP (handphone), saya bayar per bulan Rp1 - Rp1,5 juta. Tapi saya bayar ke perusahaan-perusahaan yang berdiri di atas infrastruktur mereka, itu mungkin Rp2 - Rp3 juta per bulan," tuturnya di Jakarta, Selasa (11/2).
Uang Lebih Besar untuk Hiburan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDia pun mengaku mengeluarkan uang lebih besar untuk aplikasi hiburan di telepon genggamnya seperti Spotify, Google Drive, dan iCloud. "Kadang-kadang kalau stres saya main Candy Crush," ungkapnya.
"Saya di situ spend more money dari pada saya bayar bisnis komunikasi infrastruktur yang dibangun dengan ratusan triliun rupiah per tahun. Kita spend itu bayar ke PT Telkom Indonesia," sambungnya.
Oleh karenanya, dia menilai saat ini telah terjadi pergeseran pola industri. Dia pun mengimbau agar setiap badan usaha responsif terhadap perubahan ini agar tidak gulung tikar.
"So mulai terjadi infleksi itu, saya bilang mereka kalau kita tak gesit melihat dan mengantisipasi jangan-jangan terjadi seperti Aquarius atau Bluebird. Di mana kita terlambat bertindak mengantisipasi terjadinya infleksi di mana peradaban manusia ke depannya berubah," imbuhnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya