Virus Corona Terjadi 6 Bulan, Daya Beli Masyarakat Terpukul Paling Berat

Selasa, 24 Maret 2020 21:04 Reporter : Merdeka
Virus Corona Terjadi 6 Bulan, Daya Beli Masyarakat Terpukul Paling Berat Pasar Raya Blok M. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai virus corona atau covid-19 berdampak terhadap indikator ekonomi makro nasional baik jangka pendek dan panjang. Salah satunya daya beli masyarakat.

"Indikator yang terbesar menurun adalah indikator konsumsi rumah tangga. Di mana skenario paling besar penurunannya terjadi pada skenario penanganan wabah covid-19 selama 6 bulan," kata Kepala Center of Macroeconomics and Finance INDEF, M. Rizal Taufikurohman, dalam Press Conference 'Meracik Vaksin Ekonomi Hadapi Pandemi', di Jakarta, Selasa (24/3).

Menurutnya, penurunan konsumsi rumah tangga ini mendorong pertumbuhan ekonomi turut menurun. Pertumbuhan yang menurun juga berdampak pada tingkat pembukaan lapangan kerja. Khususnya di zona merah corona yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Selain itu, dampak covid-19 juga menurunkan investasi secara nasional. Hal ini distimulus oleh produktivitas industri baik sektoral dan regional, yang menjadikan para investor yang semakin menahan investasinya. Kinerja industri yang bakal tergerus adalah industri peralatan listrik, asuransi, keuangan, dan perdagangan.

Baca Selanjutnya: Kalkulasi Sri Mulyani Pertumbuhan Bisa...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini