Virus Corona Jadi Pertimbangan Perusahaan Berlakukan Kerja dari Rumah

Senin, 9 Maret 2020 06:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Virus Corona Jadi Pertimbangan Perusahaan Berlakukan Kerja dari Rumah Ilustrasi bekerja di rumah. Shutterstock/Creativa

Merdeka.com - Sejak meluasnya virus corona, beberapa perusahaan telah mempertimbangkan agar para karyawannya bekerja dari rumah. Seperti platform media sosial Twitter, perusahaan teknologi raksasa Google, dan bank investasi JP Morgan.

Dilansir CNBC Make It, sebuah jajak pendapat global dari 2018 oleh perusahaan data dan wawasan Kantar menemukan bahwa dari 33.000 orang, hanya 32 persen orang menghargai sistem kerja dari rumah.

Namun, seorang pakar kepemimpinan dan komunikasi, Joe Hirsh mengatakan wabah virus corona berpotensi membuat kerja dari rumah menjadi praktik yang lebih umum. Menurutnya, jika lebih banyak perusahaan mengikuti jejak Twitter dan Google, bisa mengubah dinamika tempat kerja.

Wakil presiden solusi bakat EMEA di LinkedIn, Jon Addison berpendapat bisnis pasti akan lebih sulit untuk berjalan dalam situasi saat ini, jika mereka tidak memiliki infrastruktur teknologi untuk bekerja lebih fleksibel. Menurutnya, bekerja dari rumah memiliki menguntungkan untuk tugas-tugas tertentu, seperti lebih fokus.

Selain itu, mitra di firma hukum internasional Dorsey & Whitney, Bob Cordran mengatakan, sistem kerja ini dibutuhkan mengingat banyak orangtua yang harus mengasuh anaknya saat sekolah sedang tutup akibat virus corona.

"Ini mungkin memerlukan beberapa fleksibilitas karena pengaturan pekerjaan rumah sering menetapkan bahwa karyawan tidak merawat anak-anak (terutama yang muda) saat bekerja dari rumah," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Agar Sistem Kerja dari Rumah Lebih Efisien

kerja dari rumah lebih efisien

Namun sistem kerja dari rumah juga memiliki kekurangan. Dalam laporan Workhuman, lebih dari separuh pekerja merasa lelah dalam karir mereka karena terlalu banyak pekerjaan dan tidak cukup sumber daya.

Hirsch mengatakan perasaan ini bisa diperparah ketika bekerja dari rumah sendirian. Untuk itu, jika perusahaan menerapkan sistem ini, maka manajer diimbau untuk mengecek para pekerja melalui percakapan video atau telepon.

Hal ini untuk menciptakan keakraban antara atasan dan pekerja. Shih setuju, bahkan setelah wabah virus corona mereda, penting untuk memastikan hubungan dan budaya di tempat kerja tidak hilang dalam bekerja dari rumah. [azz]

Baca juga:
Contoh Surat Pengunduran Diri dan Etika yang Harus Diperhatikan
Pemerintah akan Sediakan 3 juta Lapangan Kerja di Ibu Kota Baru

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kerja
  3. Pekerjaan
  4. Virus Corona
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini